"Perang Afghanistan Adalah Kunci Kalahkan Al-Qaeda"

Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, akan menggunakan pidatonya pada hari Senin untuk membela perang Afghanistan yang tidak populer, berdalih bahwa kampanye itu dilakukan untuk mencegah Al Qaeda menjadikan negara tersebut sebagai tempat persembunyian yang aman.
Kantor Brown mengatakan bahwa perdana menteri akan menggunakan pidato kebijakan luar negeri tahunannya pada Jamuan Makan Malam Lord Mayor di London untuk mengatakan bahwa telah banyak yang direncanakan dan dilaksanakan dengan sukses dalam satu tahun melumpuhkan Al Qaeda daripada tahun-tahun mana pun sejak invasi dimulai tahun 2001.
Kutipan dari pidato itu telah dirilis sebelumnya.
Brown akan mengatakan bahwa Al Qaeda � yang bergerak dari Afghanistan ke Pakistan setelah jatuhnya Taliban � dapat kembali jika pasukan internasional pergi.
“Kami berada di Afghanistan karena kami menilai bahwa jika Taliban kembali meraih kekuasaan, Al Qaeda dan kelompok lainnya akan kembali memiliki sebuah lingkungan di mana mereka dapat beroperasi.”
“Karena itu saya dengan gigih membela aksi kami di Afghanistan dan Pakistan karena Al Qaeda hari ini adalah sumber ancaman terbesar bagi keamanan nasional kita � dan keamanan orang-orang yang tinggal di Inggris,” tambah Brown.
Inggris mengirimkan 9.000 lebih tentara ke Afghanistan, kontingen internasional terbesar di Afghanistan setelah AS. Brown telah menawarkan dukungan yang tak tergoyahkan pada Presiden Barack Obama saat pemimpin AS itu mempertimbangkan untuk mengirim 40.000 tentara ke Afghanistan.
Pidato pada hari Senin itu datang di tengah meningkatnya korban jiwa dan turunnya dukungan terhadap perang di kalangan masyarakat Inggris.
Pada hari Minggu, seorang tentara Inggris dari The Rifles tewas tertembak di dekat Sangin di provinsi Helmand, selatan Afghanistan, menjadikan jumlah korban tewas dari pihak Inggris mencapai angka 233 sejak dimulainya operasi itu tahun 2001.
Letnan Kolonel David Wakefield, juru bicara Satuan Tugas Helmand, mengatakan, “Sudah menjadi tugas saya yang menyedihkan untuk menginformasikan pada kalian bahwa pagi ini seorang tentara Inggris dari Unit Tempur 3 Rifles tewas tertembak saat berpatroli di provinsi Helmand.”
Brown mengatakan bahwa pengiriman militer Barat telah memukul mundur Al Qaeda, dan memperingatkan bahwa penarikan pasukan akan memiliki implikasi yang berbahaya.
“Jangan membuat kesalahan, Al Qaeda memiliki jaringan rekrutmen yang luas di seluruh Afrika, Timur Tengah, Eropa Barat, dan Inggris Kami tahu bahwa masih ada beberapa ratus pejuang asing yang berbasis di wilayah FATA, Pakistan, yang datang ke kamp pelatihan itu untuk mempelajari cara pembuatan bom dan keahlian menggunakan senjata,” ujarnya.
Sekitar 71% responden sebuah jajak pendapat untuk koran Independent mengatakan bahwa mereka mendukung penarikan bertahap yang akan mengakhiri operasi tempur itu dalam waktu satu tahun. Hanya 22% yang tidak setuju.
Survei itu juga memperlihatkan skeptisisme terhadap klaim pemerintah bahwa perang tersebut penting untuk melindungi Inggris dari Al Qaeda. Sebanyak 47% dari mereka yang mengikuti jajak pendapat mengatakan bahwa mereka berpendapat keterlibatan Inggris membuat kemungkinan terjadinya terorisme di dalam negeri semakin besar, sekitar 44% tidak sependapat. (rin/dn/tk)
Sumber: http://suaramedia.com

Bentrok Pejuang Asy-Syabaab Dengan Pasukan Somalia Tewaskan 35 Orang

9 Imam Libya Tewas oleh Serangan Pesawat NATO