Akademisi: Barat Berkonspirasi untuk Tumbangkan Pemerintahan Assad

Akademisi terkemuka di Suriah, Mohammad Al-Hussein mematahkan tuduhan kelompok oposisi di Suriah yang mengatakan bahwa Iran berkolaborasi dengan pemerintah Suriah untuk membungkam aksi unjuk rasa pro-reformasi di negeri itu.
Al-Hussein yang juga ketua jurusan Fakultas Hukum Universitas Damaskus mengatakan, justru Barat, utamanya AS yang bertanggung jawab atas aksi-aksi protes anti-pemerintah yang terjadi di Suriah belakangan ini. “Siapa pun yang mengikuti perkembangan situasi di Suriah, tahu betul bahwa tangan-tangan negara asing ikut berperan dalam memperkeruh kondisi di Suriah,” ujarnya.
“Negara-negara Barat dan para pejabat di Gedung Putih (AS) memprovokasi para pengunjuk rasa,” sambung Hussein.
Ia mengklaim mayoritas rakyat Suriah menyadari akan adanya konspirasi negara-negara Barat untuk menggoyang pemerintahan Presiden Suriah Bashar Al-Assad, meski pemerintah sudah membuat rencana reformasi baik di bidang ekonomi, budaya dan sosial.
Menurut Hussein, 90% rakyat Suriah mendukung rencana reformasi Presiden Assad, “dan musuh-musuh Suriah tidak akan pernah berhasil mencapai tujuannya,” tandas Hussein.
Sementara itu, kelompok oposisi di Suriah mengklaim pemerintah membunuh ratusan pengunjuk rasa sejak aksi protes yang berujung kerusuhan di kota Dara’a dan beberapa kota lainnya. Namun pemerintah Suriah menuding kelompok teroris bersenjata yang melakukan pembunuhan itu. Mereka mengaku menerima bantuan senjata dan dana untuk membunuh rakyat dan aparat keamanan guna menimbulkan kekacauan di negeri-negeri muslim.
Sumber-sumber di pemerintahan Suriah juga mengatakan bahwa negara-negara Barat dan media massa berupaya memicu ketegangan di Suriah, untuk menumbangkan pemerintahan Presiden Assad dan ingin menempatkan seorang penguasa Suriah yang tunduk pada Barat. Pemerintahan Barat selama ini memang kurang menyukai Assad karena dianggap tidak sejalan keinginan Barat.
Sebuah laporan menyebutkan, seorang pemuda dari provinsi Homs bernama Zakariya Mitleq mengaku direkrut untuk menjadi saksi mata dan muncul di tv-tv satelit untuk memberikan kesaksian palsu dengan tujuan merusak citra pemerintahan dan aparat keamanan Suriah. (kw/FN)
Sumber: http://www.eramuslim.com

Strategi Rasulallah SAW dalam Perang Uhud

Pembebasan Konstantinopel: Persiapan Perang