Aksi Pendemo Proyek Tol Diwarnai Isak Tangis serta Kesurupan

Aksi unjukrasa ratusan warga yang menolak ganti rugi pembangunan jalan tol Trans Jawa Mojokerto-Kertosono (ToNo) diwarnai  isak tangis sejumlah ibu-ibu pendemo mengalami pingsan, siang ini. Bahkan seorang warga mengalami kesurupan hingga harus ditenangkan aparat dan paranormal karena terus meronta.

Aksi demo ratusan warga Desa Karangdagangan, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Jombang sebagai bentuk penolakan pembangunan proyek jalan tol yang menutup akses desa mereka.

Dalam melakukan akisnya pendemo  membawa keranda mayat sebagai simbol matinya nurani pemerintah daerah, ratusan warga memblokir proyek pembangunan jalan tol ToNo .

Menurut Winarti, pembangunan proyek tol tersebut mengakibatkan akses perekonomian warga terganggu. Pasalnya, warga menjadi kesulitan menjual hasil panen mereka ke kota dan terpaksa mengeluarkan ongkos yang lebih mahal. “Untuk menjual hasil panen, warga terpaksa menempuh jarak berputar sejauh tiga kilometer,” ujar Winarti, salah seorang warga disela-sela aksi unjukrasa.

 Sementara itu, sejumlah petugas proyek yang menemui para warga ini sempat adu mulut. Pihak pelaksana mengaku penutupan jalan desa tersebut sudah sesuai prosedur dan ganti rugi juga sudah di berikan ke kepala desa setempat. “Semuanya sudah sesuai prosedur dang anti rugi tekah diberikan melalui kepala desa,” ujar Nanang, pengawas proyek jalan tol ToNo kepada Waspada Online, usai berdialog dengan warga.

 Warga mengancam akan melakukan aksi dengan massa yang lebih besar jika tuntutanya tidak di hiraukan. Proyek jalan tol Mojokerto – Kertosono merupakan salah satu ruas jalan tol trans jawa. Minimnya sosialisai dan ganti rugi membuat pengerjaan proyek sepanjang 43 kilometer ini tersendat dari jadwal penyelesaianya.

sumber: waspada

Penyebab Kulit Ketiak Menjadi Lebih Gelap

Pohon Natal 99 Meter Senilai Rp99 Miliar