Amerika Akan Lanjutkan Serangan Drone di Pakistan

Amerika Serikat mengatakan pihaknya tidak akan menghentikan serangan pesawat tanpa awak yang dilakukan di Pakistan. AS mengabaikan seruan berulang kali dari Islamabad dan rakyat Pakistan untuk mengakhiri serangan yang tidak diizinkan PBB tersebut.
“Program itu (serangan drone) adalah sesuatu yang, seperti sudah kami katakan sebelumnya, akan kami teruskan. Pertanyaannya adalah bagaimana, dan proses itu haruslah sesuatu yang akan jadi salah satu tugas utama intelijen dan militer kami,” kata seorang pejabat AS yang meminta namanya dirahasiakan kepada kantor berita Reuters.
Hal tersebut disampaikan saat Kepala Staf Gabungan Laksamana Mike Mullen bertemu dengan para pejabat tinggi dinas intelijen Pakistan di Lahore.
AS sebelumnya bersikeras dengan posisinya mengenai kelanjutan serangan drone dalam sebuah pertemuan antara Direktur CIA Leon Panetta dan Letnan Jenderal Ahmad Shuja Pasha, kepala dinas intelijen Pakistan, Inter-Services Intelligence (ISI) di Washington pekan lalu.
Washington beberapa kali mengklaim menjalin kesepakatan dengan Islamabad untuk meluncurkan serangan semacam itu, tapi pemerintah Pakistan mengatakan, tidak ada kesepakatan semacam itu dan mereka beranggapan bahwa serangan udara tersebut merupakan pelanggaran berulang terhadap kedaulatan negara.
Lebih lanjut lagi, para anggota dewan Pakistan mengkritik keras serangan drone AS dan mendesak pemerintah meninjau kembali kebijakan luar negerinya dan lebih tegas untuk menghentikan serangan CIA di Pakistan.
Khawaja Saad Rafiq, pemimpin Partai Liga Muslim Nawaz Pakistan, menyalahkan peningkatan terorisme di Pakistan atas serangan drone CIA yang berkelanjutan.
Sebelumnya, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengatakan bahwa serangan drone AS di Pakistan merusak hubungan AS dan Pakistan. Ia bersikeras bahwa pengeboman itu justru merusak upaya melawan terorisme.
Zardari menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Selasa (20/4) saat bertatap muka dengan Duta Besar AS Cameron Munter di Islamabad, sehari sebelum Mike Mullen berkunjung ke Pakistan, demikian dilaporkan koresponden Press TV.
Mullen berkunjung ke Islamabad untuk berdialog dengan para pemimpin Pakistan di tengah serangkaian ketegangan diplomatik, termasuk konflik terkait skala serangan pesawat tanpa awak di Pakistan.
Sang presiden mengatakan, negara itu sudah membayar harga yang mahal dalam perang melawan terorisme, baik dalam hal kerugian materi dan nyawa.
Pakistan berulang kali mengkritik serangan-serangan AS dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan Pakistan.
Di sisi lain, Washington mempertahankan serangan-serangan itu dan menganggapnya penting untuk memerangi perlawanan.
Hari Minggu (17/4) lalu, Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani mengatakan bahwa Washington sebaiknya berbagi data intelijen dengan Islamabad agar Pakistan bisa mengambil tindakan terhadap militan.
Serangan drone CIA di kawasan suku di barat laut Pakistan telah merenggut nyawa lebih dari 1.180 orang sepanjang tahun lalu.
Serangan demi serangan tersebut semakin membakar sentimen anti-AS yang sudah tinggi di Pakistan. (dn/pv)
Sumber: http://suaramedia.com

Tentara Pro Gaddafi Tarik Diri Dari Kota Misratah

Menolong Korban 9/11 Malah Dimasukkan Dalam Daftar Teroris