Amerika Danai Pemberontakan Syiah Di Negara Islam?

Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei, pada hari Selasa lalu, menuduh Amerika Serikat melakukan tindakan terorisme di wilayah perbatasan dan menggunakan senjata serta uang melawan negara Islam.
Serangan lisan Khamenei tersebut tampaknya akan mengecewakan pemerintahan Presiden AS Barack Obama yang mencari pendekatan ulang dengan Iran setelah tiga dekade yang berdasarkan ketidakpercayaan. Pihak Pentagon mengatakan komentar Khamenei tersebut “sangat ironis” karena Teheran telah melemahkan stabilitas negara tetangga mereka seperti Irak dan Afghanistan.
Khamenei berbicara di satu wilayah barat dekat ke Irak di mana pasukan keamanan sering bentrok dengan pemberontak separatis Kurdi, yang merupakan pemeluk Syiah. Iran juga pernah menuduh musuh Barat mereka berusaha merusuhi dengan mendukung para pemberontak di perbatasan.
“Saya katakan dengan tegas dan sangat disayangkan bahwa di perbatasan kami, perbatasan barat kami, Amerika yang sedang sibuk melakukan konspirasi, mereka sibuk mendorong terorisme” Tutur Khamnei, merujuk ke keberadaan AS di Irak, tetangga bagian Barat Iran.
Menurut Khamenei saat berkunjung ke provinsi Kurdistan, uang, tentara dan organisasi adalah alat-alat yang digunakan oleh Amerika tepat di perbatasan barat Iran dengan maksud untuk melawan sistem Republik Islam. Menurutnya, Iran harus waspada terhadap hal tersebut.
Seperti Turki dan Irak, Iran memiliki minoritas Kurdi yang besar, terutama yang tinggal di bagian barat dan barat daya Iran. Gerilyawan Kurdi yang bermarkas di wilayah pegunungan di Irak yang terpencil, dekat dengan Turki dan Iran, telah lama menjadi sumber ketidakstabilan negara Iran.
Khamenei berbicara sehari setelah Obama mengatakan ia ingin melihat kemajuan serius pada inisiatif diplomatik terhadap Iran pada akhir tahun. Obama juga menunjukan kemungkinan sanksi yang lebih ketat terhadap Teheran untuk memastikan bahwa Iran memahami Amerika Serikat tidak main-main.
Sementara itu, Pihak Pentagon mengatakan pernyataan Khamenei “sangat ironis” mengingat fakta bahwa Iran terus memberikan pembiayaan dan persenjataan untuk merusak usaha Amerika menstabilkan pemerintah di Irak dan Afghanistan.
Menjawab pertanyaan apakah ia secara khusus Iran menyangkal tuduhan bahwa militer AS telah melakukan pembiayaan dalam upaya menggagalkan usaha Iran, juru bicara Pentagon Geoff Morrell menjawab: “saya tidak tahu bahwa kami melakukan hal-hal semacam itu.”
Morrell merespon tuntutan pemimpin tertinggi Iran tersebut mengenai pendanaan Amerika Serikat bagi perlengkapan kelompok yang mencoba untuk mengrongrongkan pemerintah Iran. Pasukan Iran berbentrokan dengan separatis Kurdi di perbatasan Irak-Iran .
Dia juga mengatakan pasukan AS “terus mencari, khususnya di Irak,tempat penyimpanan rahasia senjata Iran.”
Menurutnya seminggu lalu peledak bertenaga besar produksi Iran sekaligus pemicunya ditemukan di Irak dan tampaknya senjata tersebut ibawa ke Irak baru-baru ini. Pemerintah AS telah lam menuduh Iran menyuplai senjata masuk ke Iraq. Namun, ia juga menyatakan bahwa pasokan senjata tersebut berhenti beberapa bulan terakhir. Meskipun demikian, ia percaya bahwa Iran masih terus mendukung pemberontak Iran, pernyataan ini disangkal pihak Iran.
Morrell merasa bahwa ironis sekali jika Iran menuduh AS ikut campur, ketika sebenarnya selama enam atau tujuh tahun di Irak mereka telah secara konsisten telah mencoba merusak perdamaian dan stabilitas yang telah diusahakan oleh Amerika di Irak.
Washington dan sekutu Barat mereka mencurigai program nuklir Iran ditujukan untuk membuat bom, sebuah tuduhan yang disangkal Teheran. Namun dengan tidak digunakannya pendekataan seperti pendahulunya, George W. Bush Obama telah menawarkan pembicaraan langsung dengan Teheran untuk menyelesaikan sengketa.
Iran mengatakan Washington harus menunjukkan sebuah kebijakan nyata yang menuju ke arah itu. Negara yang bermayoritas Muslim Shia tersebut melihat pengaruh regional AS yang semakin bertumbuh sejak pengusiran dari orang terkuat Sunni, Saddam Hussein di Irak pada tahun 2003, yang memercikan ketidaknyamanan diantara kekuasaan Sunni Arab.
Dalam komentar lainnya yang menekankan kecurigaan yang dalam terhadap Amerika Serikat, Khamenei menyalahkan pasukan AS dalam peristiwa dua pemboman yang membunuh puluhan peziarah Iran di Irak.
Khamenei mendesak rakyat Iran pada hari Senin untuk mendukung kandidat anti-Barat, tanpa terbuka mendukung Ahmadinejad yang merupakan lawan kuat dari kebijakan Barat.
Dalam pidato di Selasa dari Kurdistan, Khamenei mengatakan bahwa Amerika Serikat mempunyai “rencana berbahaya” bagi penduduk-daerah Kurdi. “Dimanapun mereka (Orang Amerika), mereka meletakan cakar mereka yang kotor ke dalam tubuh dari orang-orang Kurdi,” ujar Khamenei. (iw/ala/voa)
Sumber: http://suaramedia.com

"Permudah Palesina", USAID Tingkatkan Fasilitas Israel

Palestina: Netanyahu Punya Satu Kesempatan Terakhir