Amerika: Dokumen WikiLeaks Bahayakan Informan Afghanistan

Informan yang namanya muncul dalam dokumen yang dipasang oleh situs web WikiLeaks, memiliki alasan untuk mengkhawatirkan keselamatan mereka, ujar seorang juru bicara Pentagon.
Setidaknya, satu orang yang namanya muncul dalam dokumen itu sudah mengeluh ke pejabat AS di Afghanistan, ujar Kolonel David Lapan.
“Siapapun yang namanya muncul di dokumen-dokumen itu berpotensi dalam bahaya,” ujarnya.
“Itu bisa mempertaruhkan posisi mereka, bisa menjadi ancaman bagi nyawa mereka, dan bisa berdampak pada tindak-tanduk mereka di masa mendatang,” ujar Lapan, merujuk pada rasa takut bahwa kebocoran besar itu bisa mengeringkan sumber-sumber intelijen.
Lebih dari 90,000 arsip militer rahasia memiliki rentang waktu dari tahun 2004 sampai 2009 saat upaya perang AS dan NATO menghadapi perlawanan Taliban yang meningkat.
Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, mengatakan awal minggu ini bahwa dokumen-dokumen itu dicek untuk informan yang tercantum namanya dan bahwa 15,000 dokumen semacam itu sudah ditahan.
Tapi kantor berita Inggris The Times melaporkan bahwa hanya dua jam setelah menyusuri dokumen-dokumen itu mereka bisa menemukan puluhan nama Afghan yang disebut telah memberikan intelijen detail kepada pasukan AS.
Kantor berita The Times mengutip dokumen tahun 2008 yang mencakup wawancara detail dengan seorang pejuang Taliban yang mempertimbangkan untuk menyeberang.
Pria itu, yang menyebutkan nama-nama komandan Taliban setempat dan berbicara tentang beberapa pejuang lain yang berpotensi menyeberang, diidentifikasi dengan namanya, nama ayahnya, dan desanya.
Dalam kasus lain di tahun 2007, seorang pejabat senior menuduh beberapa nama dalam pemerintahan Afghan melakukan korupsi.
“Kebocoran itu jelas telah memberikan risiko dan bahaya nyata terhadap keselamatan dan integritas banyak warga Afghan,” ujar seorang pejabat senior di kementerian luar negeri Afghan.
“AS bertanggung jawab secara moral dan hukum untuk setiap bahaya yang mungkin disebabkan oleh kebocoran itu bagi setiap individu, khususnya mereka yang namanya tercantum. Itu akan semakin membatasi akses AS/internasional ke pandangan tak tersensor dari warga Afghan,” ujar sang pejabat.
Mayor Jenderal John Campbell, kepala Divisi Udara 101 dan bertanggung jawab untuk komando regional utama di Afghanistan timur, mengatakan bahwa kebocoran itu belum mendatangkan perubahan dalam operasi militer.
Campbell mengatakan kebanyakan informasi yang dia lihat dari kebocoran itu bukan berita baru.
Namun, dia khawatir bahwa banyak dari informan yang disebutkan namanya akan enggan untuk bekerjasama lebih jauh dengan pasukan koalisi.
“Saya bisa melihat bahwa akan ada kerugian di tengah jalan nanti,” ujar Campbell. (rin/dn)
Sumber: http://suaramedia.com

Inilah Dahsyatnya Ledakan Gunung Caulle Puyehue-Cordon di Chile

Dokter CIA Siapkan Panduan untuk Meningkatkan Penyiksaan