AS: Pengungkapan WikiLeaks Kejahatan, Bukan Terorisme

Liputan6.com, Washington DC: Amerika Serikat memandang pengungkapan informasi tanpa ada izin oleh situs pembongkar kasus WikiLeaks sebagai kejahatan, tapi “bukan aksi teroris”. Demikian disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Philip Crowley di Washington DC, Senin (29/11). Ia menanggapi pertanyaan tentang keinginan anggota Kongres dari Partai Republik Peter King agar WikiLeaks dinyatakan sebagai organisasi teroris asing.

Sehari sebelumnya, sebagai anggota terpandang Komite Keamanan Dalam Negeri di Majelis Permusyawaratan Rakyat AS, King mengatakan bahwa Departemen Luar Negeri mesti memasukkan WikiLeaks ke dalam daftar organisasi teroris asing. Sebab, organisasi itu menimbulkan “ancaman masa kini yang jelas” terhadap keamanan nasional Negeri Adidaya.

Kendati ada peringatan dari Departemen Luar Negeri dan Gedung Putih, WikiLeaks menyiarkan sebanyak 250.000 keterangan diplomatik AS yang sangat rahasia pada Ahad lalu. Tindakan WikiLeaks tersebut mengungkap kegiatan gelap oleh para diplomat AS termasuk mematai-matai pimpinan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB dari Prancis, Cina, Inggris dan Rusia [baca: Inilah Dokumen Rahasia AS yang Dikuak WikiLeaks].

Informasi itu juga memberi keterangan mengenai tawar-menawar di belakang layar, pandangan blak-blakan tentang pemimpin asing dan penilaian jujur mengenai ancaman teroris serta nuklir oleh kedutaan AS di seluruh dunia.

“Kamu tahu, kami memperlakukan ini secara sungguh-sungguh, kami memandangnya sebagai kejahatan,” kata Crowley. “Tapi pengungkapan tersebut–pengungkapan tanpa izin–mengenai informasi dan perbuatan itu sendiri bukan tindakan teroris.”

WikiLeaks mempertahankan pembeberan tersebut sebagai layanan buat masyarakat dengan mengungkap pertentangan antara penampilan terbuka AS dan apa yang dikatakannya di dalam pertemuan tertutup. Jaksa Agung AS Eric Holder, Senin, mengatakan kepada wartawan penyelidikan pidana terhadap WikiLeaks sedang dilakukan.

Pada Senin, Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton menyatakan WikiLeaks bertindak secara tidak sah dengan menyiarkan bahan tersebut. Ia mengatakan pemerintah Amerika Serikat akan melakukan “tindakan agresif untuk menganggap mereka yang mencuri informasi ini sebagai pihak yang bertanggung jawab”.(ANS/Ant)

Bertemu Obama Ternyata Ada Syaratnya

Dokumen AS: Cina Siap Menerima Penyatuan Korea