Barat Salah Menilai Saddam Hussein

BAGHDAD (Pos Kota) � Mantan Deputi Perana Meneri (PM) Irak, Tariq Aziz yang kini berada dalam penjara Qadhimiyah di Baghdad utara mengatakan bahwa negera-negara Barat salah menilai Saddam Hussein. Ia juga menilai keputusan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama untuk menarik pasukannya, sama saja meninggalkan �serigala� di Irak.

Hal itu diungkapkan Aziz yang tetap gigih membela Saddam, meski di balik jeruji, dalam sebuah wawancara khusus kepada surat kabar The Guardian, Jumat (5/8). Aziz mengaungkapkan jika negara-negara Barat, seperti AS dan Inggis salah melnilai mantan presiden Irak tersebut. �Saddam adalah seorang pria bersejarah yang menunjukkan bahwa ia bisa melayani negaranya dengan baik,� katanya.

Ia juga mengkritik Obama yang berencana bakal menarik pasukan AS yang dinilainya sama saja meningalkan �srigala� di Irak. Sejak ditangkap tak lama setelah jatuhnya Baghdad, lebih dari tujuh tahun lalu, Aziz mengatakan bahwa menarik pasukan tempur AS, sebelum negeranya stabil  bisa mematikan Irak.

�Saya mendukung Obama saat terpilih sebagai presiden, karena saya pikir dia akan memperbaiki beberapa kesalahan pendahulunya, George W Bush. Tapi Obama seorang yang munafik. Dia meninggalkan Irak dengan serigala,� tutupnya.

�Kami semua adalah korban dari AS dan Inggris. Mereka membunuh negara kami dalam banyak hal. Saat Anda membuat kesalahan yang Anda butuhkan adalah memperbaiki kesalahan itu sendiri dan tidak meninggalkan Irak dalam keadaan seperti ini,� jelas salah satu orang kepercayaan Saddam di panggung dunia selama bertahun-tahun itu.

Dia juga mengatakan bahwa keadaan Irak sekarang jauh lebih buruk dibandingkan ketika Saddam Hussein berkuasa. �Selama 30 tahun Saddam membangun Irak dan sekarang sudah hancur. Kini banyak orang yang lebih menderita dan lebih lapar dari sebelumnya. Tidak ada laga pelayanan bagi orang-orang saat ini. Setiap harinya puluhan orang bahkan harus terbunuh,� tambahnya, merujuk pada kajayaan Irak di bawah kekuasaan Saddam.

Maklum, Aziz melihat di bawah kekuasaan Saddam, Rakyat Irak bahkan hidup sejahtera, meski mendapat sanksi dari PBB saat di embergo program minyak dan makanan. �Bahkan selama masa sanksi, yang merupakan masa sulit dalam kehidupan setiap negara manapun, setiap hari, pria, wanita, dan anak-anak, bisa menikmati 2 ribu kalori per hari,� tegasnya. (cw-7/B)

Korban Perang "Dicuekin", Julian Assange Beberkan 400.000 Dokumen Rahasia AS Dan Inggris

Hillary Sampaikan Penyesalan Terkait Bocoran Dokumen