Belanja Wisata Di Jalan Malioboro Yogyakarta

Khas Wisata – Belanja Wisata Di Jalan Malioboro Yogyakarta,Wisata Malioboro tak lepas dari nama sebuah jalan, yakni Jalan Malioboro. Jalan Malioboro ini adalah saksi sejarah perkembangan Kota Yogyakarta, yang membentang di atas garis imajiner Kraton Yogyakarta, Tugu dan puncak Gunung Merapi. Malioboro adalah detak jatung keramaian kota Yogyakarta. Sejarah penamaan Malioboro sendiri terdapat dua versi yang cukup melegenda, pertama diambil dari nama seorang bangsawan Inggris yaitu Marlborough, seorang residen Kerajaan Inggris di kota Yogjakarta dari tahun 1811 M hingga 1816 M.

Wisata Malioboro, Versi kedua dalam bahasa sansekerta Malioboro berarti “karangan bunga” dikarenakan tempat ini dulunya dipenuhi dengan karangan bunga setiap kali Kraton melaksanakan perayaan. Lebih dari 250 tahun yang lalu Malioboro telah menjelma menjadi sarana kegiatan ekonomi melalui sebuah pasar tradisional pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono I.

http://wikiwisata.com/wisata-malioboro/

foto gambar sumber www.indonesia-tourism.com
Bangunan Istana Kepresidenan Yogyakarta yang dibangun tahun 1823 menjadi titik penting sejarah perkembangan kota Yogyakarta  yang merupakan soko guru Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari bangunan ini berbagai perisitiwa penting sejarah Indonesia dimulai dan menjadi titik unik Wisata Malioboro.

Ada satu benteng bersejarah yang tak boleh lupa saat doing Wisata Malioboro, yakni Benteng Vredeburg. Benteng Vredeburg yang berhadapan dengan Gedung Agung. Bangunan yang dulu dikenal dengan nama Rusternburg (peristirahatan) dibangun pada tahun 1760. Pembangunan Benteng Vredeburg pertama kali diusulkan pihak Belanda melalui Gubernur W.H. Van Ossenberch dengan alasan menjaga stabilitas keamanan pemerintahan Sultan HB I. Pembuatan benteng ini diarsiteki oleh Frans Haak. Kemudian bangunan benteng yang baru tersebut dinamakan Benteng Vredeburg yang berarti perdamaian.

Sepanjang jalan seolah penutur cerita bagi setiap orang yang berkunjung di kawasan Wisata Malioboro, sambil menikmati pengalaman wisata belanja sepanjang bahu jalan yang berkoridor (arcade). Dari produk kerajinan lokal seperti batik, hiasan rotan, wayang kulit, kerajinan bambu (gantungan kunci, lampu hias dan lain sebagainya) juga blangkon (topi khas Jawa/Jogja) serta barang-barang perak, hingga pedagang yang menjual pernak pernik umum yang banyak ditemui di tempat lain.

Pengalaman lain dari wisata belanja ini ketika terjadi tawar menawar harga, dengan pertemuan budaya yang berbeda akan terjadi komunikasi yang unik dengan logat bahasa yang berbeda. Jika beruntung, bisa berkurang sepertiga atau bahkan separohnya. Ini adalah salah satu ciri khas Wisata Malioboro.

Lihat juga :

Melakukan Wisata Malioboro, Jangan sampai lupa mampirlah ke Pasar Beringharjo, di tempat ini kita banyak menjumpai beraneka produk tradisional yang lebih lengkap. Di pasar ini kita bisa menjumpai pula produk dari kota tetangga seperti batik Solo dan Pekalongan. Mencari batik tulis atau batik print, atau sekedar mencari tirai penghias jendela dengan motif unik serta sprei indah bermotif batik. Tempat ini akan memuaskan hasrat berbelanja barang-barang unik dengan harga yang lebih murah.

Berbelanja di kawasan Wisata Malioboro serta Beringharjo, pastikan tidak tertipu dengan harga yang ditawarkan. Biasanya para penjual menaikkan harga dari biasanya bagi para wisatawan. Tapi disinilah seninya. Pandai-pandailah menawar!

Bagaimana Cara Menata Rambut Panjang Yang Simpel Agar Terlihat Rapi

Tempat Objek Wisata Buatan Di Langkawi Malaysia