Berapa Kali "ML" Ideal dalam Seminggu?

Gambar Ilustrasi
 

Frekuensi hubungan seksual seharusnya didasarkan pada kesepakatan bersama pasangan. Karena itu sebaiknya tidak ditentukan harus berapa kali seminggu.
Berapa kali pun seminggu tidaklah menjadi masalah asal memenuhi ketiga syarat berikut.

Pertama, dikehendaki bersama. Kedua, menyenangkan kedua pihak. Ketiga, tidak menimbulkan akibat buruk, baik fisik maupun psikis.

Jadi, kalau tidak memenuhi syarat tersebut seharusnya hubungan seksual tidak dilakukan. Memaksakan hubungan seksual ketika pasangan tidak menghendaki dapat menimbulkan akibat buruk bagi kehidupan seksualnya kemudian.

Frekuensi hubungan seksual ditentukan oleh dorongan seksual, keadaan kesehatan tubuh secara umum, pengalaman seksual sebelumnya, dan ada tidaknya hambatan psikis.

Kalau faktor tersebut mendukung, maka frekuensi hubungan seksual menjadi sering. Sebaliknya kalau faktor tersebut menghambat, maka frekuensi menjadi jarang.

Sumber: Kompas

Belajar Strategi Perang Israel Dan Cara Menghadapinya Bagian 3

Ariel Diminta Tobat secara Terbuka