Catatan Perang Yunani-Persia 2500 Tahun Yang Lalu Bagian II

Yauna dan Persia
Yauna adalah nama Persia Kuno untuk Yunani (kata Yunani dalam Bahasa Indonesia pun berasal dari sini), diambil dari kata ” Iona ��, istilah Yunani untuk orang-orang Yunani yang mendiami koloni mereka di Asia Kecil (sekarang masuk wilayah Turki). Beberapa kota terbesarnya adalah Miletus, Samos dan Ephesus dimana pernah terdapat Kuil Artemis yang termasuk Tujuh Keajaiban Dunia Kuno.
Kata Yauna muncul pertama kali dalam daftar subyek nama suku bangsa di inskripsi monument Behistun, yang dibangun oleh Darius, 520 SM. Serupa dengan catatan Herodotus dalam The Histories yang mengaitkan bangsa Ionia dengan raja Persia, Cyrus The Great, yang menaklukkan wilayah ini 546 SM. Menurut Herodotus, orang-orang Iona digabungkan ke dalam satu wilayah pembayar pajak bersama dengan suku-suku Pamphylia, Lykia, Magnesia, Aeolia, Milya dan Karia.
Berada di bawah Kekaisaran Persia selama hampir 50 tahun, menumbuhkan rasa ketidak senangan di hati orang-orang Iona yang ingin membentuk pemerintahan demokrasi yang berdaulat. Dengan dipimpin Aristagoras dari Miletus serta dibantu pasukan dari Athena dan Eretria, orang-orang Iona memberontak 499 tahun SM. Selain di Miletus, pemberontakan serentak terjadi di kota-kota Iona lainnya seperti Ephesus, Byzantium dan Cyprus.
Pemberontakan memang berhasil dipadamkan dalam waktu enam tahun tetapi ribuan orang, baik laki-laki maupun wanita terbunuh. Miletus, kota yang memulai pemberontakan dibakar, dinding-dindingnya diluluhlantakkan dan penduduk kotanya dibunuh atau ditawan sebagai budak. Jelas sudah, cengkraman kekuasaan Persia di Asia Kecil akan lebih kuat bila hubungan orang-orang Iona dengan saudaranya di Barat Laut Aegea dipisahkan dengan memperlebar sayap kekuasaan Persia ke Barat.
Sebagai langkah awal, Jendral Mardonius dikirim untuk menaklukkan Makedonia. Ia memimpin 300 kapal dan 20.000 orang pasukan. Thasos, pulau Yunani yang memiliki banyak kekayaan alam direbut dan kemudian menjadi pembayar upeti untuk Kekaisaran Persia. Selanjutnya Makedonia dengan mudah ditaklukkan dan dimasukkan ke dalam wilayah Persia (492 SM).
Penaklukan ini sangat penting, karena Makedonia merupakan basis yang tepat untuk menguasai daratan Eropa selanjutnya dan negeri ini memiliki tambang emas. Darius dengan bangga menulis dalam inskripsi di makamnya di Naqs-i Rustam bahwa ia telah menaklukkan Yauna Takabara, �Orang Yunani bertopi�, mengacu pada kebiasaan orang-orang Makedonia mengenakan penutup kepala.
Dua tahun kemudian (490 SM), Darius mengirim ekspedisi selanjutnya ke Barat. Kali ini di bawah komando Datis dan Artaphernes. Tanpa banyak perlawanan, pulau-pulau Yunani di Laut Aegea, ditaklukkan. Pertama mereka merebut Naxos, pulau terbesar di Laut Aegea dan untuk merayakan kemenangan mereka, pasukan Persia melakukan upacara persembahan kepada dewa Apollo di Delos. Walaupun mereka tidak mengenal Apollo, tetapi mungkin orang-orang Persia menyamakan dewa bangsa Yunani ini dengan dewa mereka, Ahuramazda.
Kemudian kapal-kapal perang Persia melanjutkan penyerangan ke pulau Euboea (baca: evvia) dan menyerbu Eretria, salah satu kota Yunani yang mendukung para pemberontak di Asia Kecil. Pertempuran sengit berlangsung selama enam hari, tapi pada hari ketujuh kota itu jatuh karena ada yang berkhianat. Semua penduduk ditawan oleh pasukan Persia dan kemudian diasingkan. Dari Euboea, terlihat dataran luas Marathon, yang termasuk wilayah Athena, target selanjutnya penyerbuan tentara Persia.

Menurut Herodotus, penyerangan ini sebagai aksi balasan terhadapa orang-orang Eretria dan Athena, yang telah membantu aksi pemberontakan orang-orang Iona (499 SM). Walaupun Eretria telah jatuh, tetapi tampaknya Darius salah perhitungan.

Gambar 2: Daerah koloni orang-orang Iona di Asia Kecil (http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Lydia_original_area_of_lydia.jpg)

Gambar 3: Relief orang Makedonia berkuda dengan topi khas di kepalanya

Catatan Perang Yunani-Persia 2500 Tahun Yang Lalu Bagian I

Catatan Perang Yunani-Persia 2500 Tahun Yang Lalu Bagian III