CIA Ungkap Teknik Rahasia Tinta Tak Kasat Mata

CIA mencabut penutup satu sudut selubung dan belati dunia dari Perang Dunia I, membuka rahasia enam dokumen rahasia yang paling tua di arsip pemerintah AS, agen tersebut mengumumkan pada Selasa (19/4) waktu setempat.
Dokumen tersebut menunjukkan teknik-teknik papan atas yang digunakan para mata-mata, jenderal dan diplomat untuk mengirimkan pesan-pesan rahasia di dalam sebuah perang diplomatik yang membabi buta, lama setelah senjata dihentikan. Rekaman tersebut mengungkap bagaimana tinta tak terlihat digunakan untuk mengirim kata antara para sekutu, dan para mata-mata belajar membuka surat-surat untuk membaca rahasia satu sama lain tanpa meninggalkan jejak.
Satu dokumen mengacukan metode tersebut untuk meloloskan pesan rahasia: merendam sebuah sapu tangan atau kerah baju di dalam sebuah campuran nitrat, soda, dan larutan kanji, kemudian mengeringkan bahan kain tersebut. Bahan-bahan kimia muncul ketika bahan kain tersebut di tempatkan di air. Cairan tersebut menjadi tinta tak terlihat, yang dapat di diisikan ke dalam sebuah pena dan digunakan untuk menulis sebuah pesan. Penerima mengembangkan tulisan tersebut dengan membubuhkan sebuah bahan kimia kedua, iodat kalium.
Bahkan terdapat sebuah dokumen yang ditulis di Perancis tentang formula tinta rahasia Jerman, yang menunjukkan Perancis telah memecahkan sandi musuh. “Dokumen-dokumen tersebut masih tetap rahasia selama hampir satu abad sampai adanya kemajuan teknologi baru-baru ini yang membuatnya mungkin merilis rahasia tersebut,” Direktur CIA, Leon E. Panetta mengatakan dalam sebauh pernyataan pada Selasa.
Kemajuan dalam bahan kimia tinta kimia baru-baru ini, dan metode pencahayaan yang digunakan untuk mendeteksinya telah membuat rahasia tersebut terungkap tidak dapat dipakai lagi, Juru Bicara CIA Marie E. Harf. Dokumen-dokumen tentang tulisan rahasia tersebut jatuh di bawah otoritas CIA untuk memindahkannya dari daftar rahasia. Agen tersebut memindahkan lebih dari satu juta dokumen sejarah dari daftar rahasia tahun lalu saja, agen tersebut mengatakan.
Namun CIA juga tidak selalu bersemangat untuk berbagi rahasia tertentu tersebut, menurut Steve Aftergoodm dari Dereasi untuk Ilmuwan Amerika. Ia mengatakan bahwa CIA menahan sebuah permintaan UU Kebebasan Informasi pada tahun 2002 untuk merilis rekaman tersebut. Entah terkesan pada pernyataan Panetta bahwa dokumen-dokumen tersebut dapat diungkapkan sekarang karena kemajuan teknologi baru. “Tinta tak terlihat diajukan sebagai barang yang usang oleh enkripsi digital beberapa tahun lalu, bukan di dalam beberapa tahun ini,” Aftergood mengatakan.
“Direktur Panetta berusaha untuk merasionalkan kebijakan-kebijakan yang tidak masuk akal milik CIA, namun tidak ada dasar yang terkemuka untuk ketenangannya.” Dokumen-dokumen tersebut sekarang tersedia di website agen tersebut di situs Freedom of Information Act Electronic Reading Room. Para cendikiawan juga akan mampu memeriksanya pada Arsip-arsip Nasional (ppt/dw)
Sumber: http://www.suaramedia.com

"Keabadian" Amerika di Afghanistan Resahkan Masyarakat

Kode Perang: Pantai Omaha