Count Talleyrand: Penghianat atau Pahlawan?

Count Talleyrand adalah menteri luar negeri Perancis di Jaman Kekaisaran Napoleon. Ia adalah seorang diplomat yang hebat, dan telah mengabdi sebagai diplomat, dari jaman revolusi Perancis (1789), sampai jaman Raja Louis Phillipe (1830). Seorang Diplomat tingkat dunia yang sangat kawakan dalam seni diplomasi, selalu dijuluki ‘He/She’s Talleyrand’. Ini adalah pujian atas sumbangsih Talleyrand pada seni diplomasi di dunia.
Adapun, disini akan disajikan percakapan antara Talleyrand, dengan Tsar Alexander, Tsar Rusia. Latar belakang percakapan tersebut, adalah kekhawatiran Tsar Alexander terhadap semakin kuatnya Perancis, dan kekhawatiran bahwa akhirnya Perancis akan menguasai Eropa. Tsar memanggil Talleyrand untuk berkonsultasi, tanpa sepengetahuan Napoleon. Talleyrand memang dikenal sebagai agen ganda. Dialog ini disusun dari beberapa referensi.
Tsar Alexander (berekspresi cemas): ‘Perancis semakin hari semakin kuat, dan kami dari pihak Rusia, meminta pendapat anda, bagaimana kami harus berurusan dengan Napoleon?’
Count Talleyrand: ‘Menurut saya, Napoleon sudah membuat banyak kerusakan di Eropa, dan perang demi perang sudah terjadi karena dia’
Tsar Alexander: ‘Namun, bagaimana seharusnya kami berurusan dengan Napoleon? Perancis adalah bangsa yang besar, kelangsungan hidup bangsa kami sangat tergantung dengan hubungan baik dengan Kekaisaran Perancis’
Count Talleyrand: ‘Benar yang mulia, itu adalah hubungan baik dengan Perancis, namun bukan dengan Napoleon’
Tsar Alexander (Ekspresi terkejut dan heran): ‘Apa?….Kau….Talleyrand….Mengapa kau berkata demikian terhadap atasanmu sendiri?’
Talleyrand: ‘ Tenang yang mulia, akan saya jelaskan posisi saya. Sebagai orang Perancis, saya adalah orang yang selalu berjuang demi kejayaan tanah air saya, dan merupakan prioritas utama bagi saya, untuk mengabdi demi kepentingan bangsa Perancis. Namun, Napoleon telah merusak segalanya. Berkat dia, Perancis diseret kedalam perang yang berkepanjangan, dan rakyat kami menderita akibat ambisi dia. Adalah penting bagi saya, juga demi kepentingan bangsa kami, juga demi perdamaian eropa, bahwa Napoleon harus segera disingkirkan dari tahtanya!’
Tsar Alexander (Sangat heran): ‘Kau…….’
Hasil dari pembicaraan ini sudah jelas. Talleyrand akhirnya membelot ke Rusia, dan membangun lobi untuk menyingkirkan Napoleon. Akhirnya Napoleon tersingkir dari tahtanya, dan sewaktu dia kembali, hanya untuk dikalahkan di pertempuran Waterloo.
Sepak terjang Talleyrand memang sangat kontroversial. Pengikut Napoleon menuduh dia sebagai ‘penghianat bangsa’, karena penghianatannya terhadap Napoleon. Namun, sebagian sejarawan Perancis memiliki pendapat lain. Setelah Napoleon disingkirkan, kekuatan utama eropa, yang dipimpin oleh Rusia, Inggris, dan Prusia(jerman) mengadakan kongres di kota Vienna, Austria. Berkat lobi intensif dari Talleyrand, akhirnya Perancis tidak diduduki dan dipecah belah oleh Rusia, Inggris, dan Prusia. Keputusan Kongres Vienna masih tetap mempertahankan keutuhan wilayah Perancis. Berkat kepiawaian lobi Talleyrand, martabat bangsa Perancis tetap terjaga. Negara Perancis tetap utuh, dan bahkan setelah kongres, menjadi salah satu negara imperialis eropa yang utama. Sejarah memang selalu banyak cerita dibalik apa yang terlihat.
Seorang Talleyrand adalah ikon bagi seni berdiplomasi. Indonesia pun juga memiliki tokoh seperti dia, misalnya Bung Hatta dan Ali Alatas. Meletusnya kasus Ambalat, maupun masalah diplomatik kita dengan negara tetangga, sudah sebaiknya pendekatan diplomasi selalu dikedepankan. Lolosnya Perancis dari kehancuran pasca perang Napoleon, adalah berkat kelihaian diplomasi Talleyrand. Pengakuan kedaulatan oleh Belanda ke Indonesia pada tahun 1949 adalah berkat jasa Bung Hatta dan tim nya. Sementara, perdamaian di Kamboja, tidak lepas dari tangan dingin Ali Alatas dan tim. Diplomasi memang sungguh suatu seni, yang dapat menyelamatkan martabat suatu bangsa.
Sumber:

Fasisme di Eropa Zaman Sekarang: Jerman vis a vis Eropa

66 Bukti Amerika Membela Israel