Di Balik Detik-Detik Terakhir Hosni Mubarak

Hosni Mubarak selesai. Presiden Mesir yang berkuasa selama 31 tahun digulingkan oleh rakyatnya. Banyak kejadian yang berlangsung cepat selama 18 hari pergolakan panas di Tahrir Square.
Ketika Mubarak akan memberikan pidato pertamanya, di istana kepresidenan, sebuah pertengkaran sengit pecah antara Alaa dan Gamal Mubarak, kedua anak sang mantan presiden. Menurut harian al-Akhbar yang dimiliki oleh pemerintah, Gamal mendesak�bahkan memaksa�ayahnya agar jangan pernah mau mengundurkan diri sekarang.
Gamal bersikukuh bahwa ayahnya harus turun pada September nanti dengan cara yang benar menurut konstitusi. Gamal tidak sendirian, para pejabat senior ada di belakangnya.
Namun ternyata Alaa, tidak setuju dengan gagasan itu. Selama rekaman pidato Hosni, Gamal dan Alaa terlibat dalam sebuah perdebatan sengit yang hampir berkembang menjadi perkelahian. Menurut laporan itu, Alaa menuduh Gamal telah menyeret negara ke dalam korupsi dengan membantu teman-temannya di industri bisnis berada dekat dalam eselon kekuasaan politik.
“Alih-alih membantu ayah dihormati di akhir hidupnya, kamu malah membantunya semakin merusak citranya dengan cara ini!” Alaa berkata berang kepada saudaranya Gamal, yang merupakan ketua komite kebijakan partai yang berkuasa.
Argumen itu begitu keras sehingga hampir semua orang di istana mendengar mereka. Al-Akhbar melaporkan, bahwa beberapa pejabat senior pemerintah sampai harus mengintervensi untuk menenangkan mereka.
Surat kabar itu mengatakan Gamal pun murka setelah ia mendengar rekaman pidato ayahnya malam itu dan di mana ia menyatakan mengundurkan diri.
Menurut laporan itu, para pejabat Amerika sendiri menyadari rekaman itu, tetapi mereka tidak tahu bahwa Gamal telah menyuruh ayahnya untuk merekam pidato yang berbeda.
Sebelumnya pada hari itu, Presiden AS Barack Obama telah mengatakan kepada khalayak di Michigan bahwa “kita sedang menyaksikan sejarah yang terungkap,” tanda bahwa Mubarak mundur. Beberapa jam kemudian, Obama mendengar sesuatu yang membingungkan: Mubarak menolak untuk berhenti. Obama tampaknya tidak tahu bahwa pidato pengunduran diri Mubarak dibuang oleh Gamal di menit terakhir.
Laporan tersebut mengutip seorang pejabat senior pemerintah Mesir yang mengatakan bahwa Mubarak sering menolak untuk mendengarkan para penasihatnya, dan lebih sering mengambil saran seluruhnya dari Gamal, yang jelas-jelas meremehkan pergolakan di Mesir.
Selama hari-hari terakhirnya berkuasa Mubarak tampaknya hampir secara politis sudah terisolasi, sehingga ia sama sekali tak membaca bahwa rakyat sudah naik pada tingkat yang tak bisa tertahankan lagi. (sa/aby)
Sumber: http://www.eramuslim.com

Bahan Bakar Revolusi Seluruh Dunia Arab

Benteng Terakhir Gbagbo di Abidjan Jatuh