Dokumen AS: Cina Siap Menerima Penyatuan Korea

Liputan6.com, Washington DC: Cina, yang selama ini dipandang sebagai pelindung Korea Utara, siap menerima penyatuan semenanjung setelah runtuhnya rezim. Demikian dokumen Amerika Serikat yang dibocorkan WikiLeaks pada Senin (29/11).

Berdasarkan sebuah memo yang diperoleh situs pembongkar kasus WikiLeaks, sebagaimana dikutip AFP, Duta Besar Cina untuk Kazakhstan mengungkapkan bahwa Beijing menganggap program nuklir Korea Utara akan “sangat merepotkan”.

“Duta Besar Cheng Guoping mengatakan, pemerintah Cina berharap reunifikasi damai jangka panjang, tapi ia mengharapkan kedua negara tetap terpisah dalam jangka pendek,” demikian bocoran kabel oleh Duta Besar AS Richard Hoagland yang disiarkan oleh harian terkemuka Inggris, The Guardian.

Dalam kabel terpisah, Wakil Menteri Luar Negeri Korea Selatan Chun Yung-Woo mengatakan: “Cina memiliki pengaruh jauh lebih sedikit terhadap Korea Utara ketimbang yang sering dipercayai orang.”

“Beijing `tidak akan` untuk menggunakan bantuan ekonomi untuk memaksa perubahan di dalam kebijakan Pyongyang dan kepemimpinan DPRK,” katanya, mengacu pada nama resmi Korea Utara, Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK).

Chun juga mengatakan bahwa Korea Selatan percaya bahwa Korea Utara “telah runtuh secara ekonomi” dan akan “runtuh secara politik” dalam tempo dua sampai tiga tahun setelah kematian pemimpin Kim Jong-il.

Kim, yang kini terlibat dalam ketegangan dengan Selatan, diyakini bersiap-siap untuk menyerahkan kekuasaan kepada putranya Kim Jong-un, yang berusia 20-an.(ANS/Ant)

AS: Pengungkapan WikiLeaks Kejahatan, Bukan Terorisme

Cara China Hadapi WikiLeaks: Blokir Situsnya