Dukungan Terhadap Assange Bertambah

SYDNEY, (PRLM).- Pascapenahanan pendiri WikiLeaks Julian Paul Assange semalam, dukungan terhadap pendiri WikiLeaks terus bertambah. Bahkan, warga Australia secara kompak akan berdemo mengecam tindakan pemerintah yang tidak adil terhadap Assange.

Demonstrasi akan dilakukan di Balai Kota Sydney pada 10 Desember pukul 13.00 waktu setempat. Seperti dikutip laman wlcenter.org, Rabu (8/12), masyarakat di sana mengecam tindakan PM Julia Gillard yang tidak memberikan perlindungan sama sekali kepada Assange yang notabene warga Australia. Bahkan, saat Assange menjadi target pencarian no.1 Interpol, Gillard terlihat begitu membela AS dengan mengatakan bahwa Australia akan bekerja sama dengan AS menangkap pria berusia 39 tahun itu.

Berbeda dengan sikap pemerintah yang tidak peduli, mayoritas warga Australia kini justru memuji Asange pahlawan dunia dan kebanggan bagi negara kangguru tersebut. “Dia pahlawan bukan bagi negeri ini saja, tapi juga bagi dunia. Saya benar-benar bangga jadi warga Australia,” kata salah seorang warga.

Oleh karena itu, masyarakat Australia meminta pemerintah untuk melakukan sesuatu membebaskan Assange dari tahanan Inggris saat ini. Tuduhan yang diajukan kepadanya (pelecehan seksual) bersifat sangat politis, dan terkesan dibuat-buat. Terkait dengan reaksi awal Gillard, yang mengatakan, tindakan Assange membocorkan dokumen rahasia, melanggar hukum, pengacara Assange Mark Stephens sempat akan mengadukan PM wanita pertama di Australia itu, melakukan pencemaran nama baik terhadap pendiri WikiLeaks tersebut. Akan tetapi, sejumlah rekan Assange, meminta hal itu tidak perlu dilakukan. (A-133/A-147)***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/

Lidah Putus Saat Berciuman

WikiLeaks Tetap Online