Hadapi Gaddafi, NATO Kerahkan Helikopter Apache

Kalau selama ini NATO hanya mengerahkan pesawat tempur dari ketinggian 10.000 meter untuk menghadapi pasukan pemimpin Libya Muammar Gaddafi, maka mulai Ahad (5/6) lalu Inggris dan Perancis mulai mengerahkan helicopter tempur Apache buatan AS untuk mengintensifkan serangan terhadap pasukan Khaddafi dari ketinggian 4.500 meter. Namun resikonya, helicopter Apache akan dengan mudah ditembak dengan rudal pasukan Gaddafi dari darat.
�NATO selangkah lagi mengerahkan pasukannya di Libya untuk membantu menggulingkan Pemimpin Libya Muammar Gaddafi dari kursi kekuasaannya. Menggunakan serangan dengan helikopter, menurut saya, adalah upaya terakhir dan satu langkah menuju operasi darat,� kata Wakil PM Rusia Sergei Ivanov saat berbicara di Forum IISS Shangri-La Dialogue, Singapura, Ahad (5/6).
Rusia sebelumnya bersikap abstain di DK-PBB pada Maret lalu untuk memberikan suara apakah menerapkan zona larangan terbang terhadap Libya. Ivanov menyatakan ada faktor yang tidak bisa disepakati terkait bagaimana menafsirkan isi resolusi itu.
Menurutnya, ini langkah baik untuk menghentikan warga sipil menjadi korban perang dan menutup udara Libya, kata Ivanov. Namun pihaknya masih belum sepakat bagaimana cara menutup wilayah udara Libya. Namun dalam perkembangannya mereka menafsirkan dengan melakukan serangan bom, dan kini mereka malah menggunakan sejumlah helikopter. Saya kira ini sudah mengambil satu posisi dalam pusaran konflik.
Serangan NATO diharapkan dapat membantu pasukan pemberontak, namun mereka masih tidak mampu melawan tentara Khadafi yang lebih mempunyai senjata lebih baik.
Sementara itu NATO mengakui helikopter tempur digunakan untuk pertama kalinya di Libya. Yang menjadi sasaran serangan adalah kendaraan militer, perlengkapan militer dan pasukan penguasa Muammar Gaddafi yang berada di lapangan.

Foto Kebengisan Tentara Amerika Diterbitkan Media Jerman

Kursk, Perang Tank Terbesar dalam Sejarah