Irak: Sisa Pasukan AS Harus Segera Hengkang Akhir 2011

Irak mengatakan pasukan Amerika yang tersisa di negara mereka harus meninggalkan Irak pada akhir tahun 2011, sementara itu Washington telah memulai kampanye untuk memperluas kehadiran militer di negara itu.
Menteri Luar Negeri Irak Hoshyar Zebari mengatakan pada hari Rabu kemarin (12/5) bahwa Amerika Serikat akan menarik pasukannya dari tanah Irak dengan batas waktu-akhir 2011 yang telah disepakati sebelumnya, IRNA melaporkan.
Pada tanggal 31 Agustus 2010 tahun lalu, Gedung Putih menyatakan akan mengakhiri misi tempurnya di Irak tetapi meninggalkan sekitar 50.000 tentara di negara ini untukmemberikan bimbingan dan pelatihan kepada pasukan Irak.
Tidak ada perjanjian rahasia dengan Washington dalam hal ini, Zebari menekankan tapi mencatat bahwa kerjasama strategis Irak dengan Amerika Serikat adalah hubungan jangka panjang dan orang tidak boleh berharap kedutaan dan konsulat AS dihapus dari Irak.
Menteri luar negeri Irak membuat pernyataan itu pada sebuah konferensi di Baghdad bersama dengan mitra Iran-nya Ali Akbar Salehi, di mana kedua belah pihak mengatakan bahwa Teheran dan Baghdad berbagi keprihatinan yang sama mengenai perkembangan Timur Tengah dan kerusuhan politik di wilayah tersebut.
Perdana Menteri Irak Nouri al-Maliki juga mengatakan bahwa Amerika Serikat perlu mencapai kesepakatan baru untuk mempertahankan pasukan di Irak di luar tahun 2011. Kesepakatan ini, Maliki mengatakan, akan perlu didukung oleh semua faksi-faksi utama politik Irak.
Dia mengatakan perjanjian tersebut berakhir tanggal 31 Desember 2011 dan “tidak bisa diperpanjang atau diperbaharui.”(fq/prtv)
Sumber: http://www.eramuslim.com

Aya Sofia, Simbol Kemenangan Islam di Tanah Eropa

"Perang Ini Hanya Bisa Dimenangkan Rakyat Afghanistan