Iran Diduga Miliki Rudal Korea Utara

Liputan6.com, Washington DC: Wikileaks kembali membocorkan dokumen militer Amerika Serikat. Kali ini situs pembongkar kasus tersebut mengungkapkan, intelijen AS yakin Iran telah memperoleh sejumlah peluru kendali atau rudal terdepan yang mampu menghantam Eropa dari Korea Utara. Demikian dokumen AS yang dibocorkan Wikileaks dan dikutip New York Times, Ahad (28/11).

Surat kabar itu, dalam kawat diplomatik tertanggal 24 Februari, mengatakan: “Penilaian intelijen rahasia Amerika menyimpulkan bahwa Iran telah memperoleh sebuah tempat penyembunyian rudal-rudal terdepan, berdasarkan pada rancangan Rusia”.

Iran telah memperoleh 19 rudal Korea Utara, versi R-27 Rusia yang telah ditingkatkan, dari Korea Utara. Dalam kawat diplomatik itu disebutkan pula: “Telah berusaha keras untuk menguasai teknologi sebagai upaya untuk mengembangkan generasi baru rudal.”

Atas permintaan pemerintah Presiden AS Barack Obama, New York Times mengatakan mereka setuju untuk tidak mempublikasikan naskah kawat diplomatik itu. “Versi rudal terdepan Korea Utara itu, dikenal sebagai BM-25, dapat membawa sebuah hulu ledak nuklir,” kata surat kabar tersebut, yang menambahkan rudal itu memiliki jarak tembak hingga 2.000 mil atau lebih dari 3.000 kilometer.

“Jika ditembakkan dari Iran, rudal dengan jarak itu, menurut teori akan melepaskan hulu ledaknya mencapai sasaran sejauh Eropa Barat, termasuk Berlin. Jika ditembakkan ke arah barat laut, hulu ledak itu dapat mencapai Moskow,” kutip Wikileaks.(ANS/Ant)

Inilah Sejumlah Topik Bocoran Data Rahasia AS

10 Top Secret Bocoran Diplomatik Amerika Serikat