Iran Tahan Para Pelaku Serangan Terhadap Ilmuwan Nuklirnya

Teheran (ANTARA/Xinhua-0ANA) – Menteri intelijen Iran Kamis mengatakan beberapa pelaku serangan teroris baru-baru ini yang menewaskan seorang akademisi Iran dan melukai beberapa lainnya telah ditahan, menurut Press TV satelit setempat dalam laporannya.

“Dengan penahanan orang-orang ini, kami telah menemukan petunjuk baru untuk menangkap pelaku lainnya,” kata Heidar Moslehi.

Heidar Moslehi

 
“Tiga agen spionase Mossad, CIA dan M16 memainkan peran dalam serangan-serangan itu,” kata Moslehi tanpa mengidentikasi orang-orang yang ditahan dan tanpa menyebut kapan mereka ditahan.

Sebelumnya, para pejabat Iran Senin menuduh negara-negara Barat dan Israel melakukan upaya pembunuhan terhadap ilmuwan nuklir tersebut, kata televisi negara IRIB TV dalam laporannya.
Mostafa Mohammad Najjar mengatakan bahwa CIA dan Mossad selalu memusuhi Iran.
“Mereka ingin menjegal kemajuan keilmuan bangsa kami,” kata Mohammad Najjar.

Penahanan itu dilakukan ketika kepala negosiator Iran Saeed Jalili sedang mempersiapkan untuk pembicaraan dengan kepala urusan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton di Jenewa pada 6-7 Desember, pertemuan pertama antara Iran dan negara-negara barat setelah lebih dari setahun.

Pakar nuklir Majid Shahriyari tewas oleh serangan bom ke mobilnya di Teheran pada Senin, dan seorang ilmuwan nuklir lain terluka pada ledakan berbeda di dalam kota pada saat yang sama.

“Sebagian dari kelompok yang mendalangi serangan teroris belum lama ini telah tertangkap. Mossad, CIA dan MI6 telah memainkan perannya dalam insiden ini dan dengan menahan orang itu kami menemukan bukti-bukti baru,” menurut siaran televisi yang mengutip Moslevi, mengkaitkan keterlibatan badan intelijen Israel, Amerika Serikat dan Inggris.

“Mereka yang bekerja sama dengan badan mata-mata itu… memiliki rencana lebih banyak, tetapi mereka telah dihentikan,” tambahnya, tanpa memberikan jumlah orang yang ditahan atau informasi lainnya.
Iran sedang bertikai dengan negara barat atas program nuklirnya.

Pihak barat khawatir kegiatan nuklirnya bertujuan untuk membuat bom tetapi Iran berulang kali menyangkal ini, mengatakan mereka hanya dibangun untuk membangkit listrik.

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada Rabu menuduh PBB menjadi kaki tangan dalam serangan bom itu, menambahkan negerinya menganggap negara-negara yang mengemukakan resolusi terhadap Teheran harus bertanggung jawab.

Bom kedua pada Senin melukai Fereydoun Abbasi-Davani yang mendapat sanksi PBB karena menurut Dewan Keamanan PBB ia terlibat dalam dugaan penelitian persenjataan nuklir.

WikiLeaks: Afghanistan Kecewa Terhadap Militer Inggris

Inilah Sejumlah Topik Bocoran Data Rahasia AS