Karzai Tantang Delegasi AS Atas Serangan Malam Militer Asing

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mendesak sebuah kunjungan delegasi papan atas AS untuk mempertimbangkan kembali serangan malam dan operasi militer asing yang menyebabkan banyak korban penduduk sipil. Seruan tersebut datang ketika ia bertemu John Boehner, Pembicara Dewan AS, yang memimpin sebuah delegasi dengan enam anggota dari Dewan Perwakilan yang juga mengunjungi Pakistan pekan ini.
“Presiden Afghanistan mengatakan bahwa warga Afghanistan sangat menghargai bantuan yang diberikan oleh AS dalam 10 tahun terakhir namun mereka ingin militer AS untuk secara serius mempertimbangkan ulang operasi sewenang-wenang dan penggeledahan malam dan operasi teresebut yang menyebabkan banyak korban penduduk sipil,” sebuah pernyataan dari kantor Karzai mengatakan.
Korban-korban penduduk sipil selama operasi militer dan serangan malam merupakan permasalahan yang sensitif di Afghanistan dan merupakan sebuah sumber ketegangan berulang antara pemerintahan Karzai dan para pendukung Barat-nya. Ada sekitar 130.000 pasukan internasional, dua per tiga di antaranya dari AS memerangi sebuah perlawanan yang dilaksanakan oleh Taliban sejak para militan digulingkan dari kekuasaan oleh sebuah invasi yang dipimpin AS pada 2001.
Sebuah penarikan terbatas pasukan asing dijadwalkan dimulai pada bulan Juli, ketika pasukan Afghanistan akan mengambil kendali keamanan di dalam sebuah daerah kecil menjelang sebuah transisi sepenuhnya yang direncanakan tentang tanggung jawab terhadap pasukan Afghanistan dan kepolisian pada tahun 2014.
Boehner adalah Republikan yang paling senior di Kongres AS dan berada di posisi kedua di dalam barisan untuk kepresidenan negara tersebut setelah Wakil Presiden Joe Biden. Sebelumnya, pada awal Maret tahun ini, Karzai mengatakan kepada komando pasukan AS dan NATO di Afghanistan, Jenderal David Peraeus, bahwa korban-korban warga sipil di dalam perang yang hampir satu dekade lamanya tersebut sudah “tidak dapat diterima lagi”.
Karzai menyerukan agar NATO dan AS menghentikan operasi militer di Afghanistan, namun kemudian mengeluarkan sebuah klarifikasi yang mengatakan bahwa ia merujuk hanya pada operasi tertentu yang telah menyebabkan korban-korban warga sipil. Dalam sebuah pidato yang emosional pada pertengahan Maret lalu, di kota bagian timur, Asadabad, di Provinsi Kunar, presiden Afghanistan tersebut mengatakan kepada para kerabat dan tetangga korban bahwa ia merasa ikut berbelasungkawa dengan kesedihan mereka.
“Dengan penghargaan yang tinggi dan dengan rasa hormat yang besar dari pada dengan arogansi, saya meminta bahwa NATO dan Amerika harus menghentikan operasi-operasi di tanah kami,” ia mengatakan. “Perang ini bukan atas tanah kami. Jika perang ini menentang teror, maka perang ini bukan di sini, teror tidak ada di sini.”
Pidato Karzai tersebut dibuat di sebuah upacara peringatan untuk korban, di hadapan para pejabat sipil begitu juga jenderal Amerika yang berperingkat tertinggi kedua di Afghanistan, David M. Rodriguez. “Tuntutan kami adalah perang ini harus dihentikan. Ini adalah suara Afghanistan,” Karzai mengatakan. (ppt/dw/reu/nyt)
Sumber: http://www.suaramedia.com

Para Penemu Dan Ilmuwan Afro-Amerika

"Keabadian" Amerika di Afghanistan Resahkan Masyarakat