Karzai: Ucapan Brown adalah Hinaan Bagi Afghanistan

Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, mengatakan bahwa pernyataan yang dikeluarkan oleh perdana menteri Inggris mengenai negaranya adalah sebuah pernyataan yang amat kasar dan menghina.
“Pernyataan Gordon Brown tersebut amat disayangkan dan berisi kepalsuan. (Pernyataan) itu benar-benar merupakan hinaan berat,” kata Karzai dalam sebuah wawancara dengan Associated Press pada hari Minggu (15/5).
Sebelumnya, dalam minggu ini, dalam sebuah pidato di konferensi persemakmuran yang bertempat di Trinidad dan Tobago, Gordon Brown mengatakan bahwa pada konferensi pada tanggal 29 JMei mendatang di kota London, ada tujuan-tujuan tertentu yang akan dicanangkan untuk Afghanistan.
Dalam tujuan-tujuan, yang menurut Brown harus dipenuhi tersebut, ada rencana dan batasan waktu untuk melatih pasukan keamanan Afghanistan, ditambahkan pula mengenai upaya memerangi korupsi di tubuh kepolisian Afghanistan.
Akan tetapi, presiden Afghanistan tersebut menambahkan bahwa pernyataan Brown tersebut tidak terlalu berpengaruh. “Ucapan (Brown) itu tidak mempengaruhi saya dan juga rakyat Afghanistan,” kata Karzai.
Berbeda dengan Brown, Karzai justru memuji keputusan Presiden Barack Obama yang menargetkan untuk melakukan penarikan pasukan AS keluar dari Afghanistan pada pertengahan tahun 2011. Kepada Associated Press, Karzai mengatakan bahwa hal tersebut akan mendorong rakyat Afghanistan untuk menentukan nasib mereka sendiri.
Akan tetapi, presiden Afghanistan tersebut juga menyalahkan AS atas tersendatnya tawaran perdamaian di masa lalu, dan ia menawarkan untuk berbicara langsung dengan pucuk pimpinan Taliban.
Karzai tampak santai dan percaya diri dalam wawancara eksklusif dengan AP tersebut. Wawancara tersebut sekaligus menjadi pernyataan resmi presiden yang pertama, sejak Obama mengumumkan penambahan pasukan ke Afghanistan pada hari Selasa lalu.
Karzai mengatakan bahwa tenggat waktu yang ditetapkan AS, hanya 18 bulan ke depan, “Sama sekali tidak membuat kami khawatir, hal itu justru menjadi semacam pendorong bagi kami.”
“Bagi rakyat Afghanistan, sebuah tenggat waktu adalah hal yang baik,” katanya. “Kami harus mulai berdiri di atas kedua kaki sendiri, meski nantinya kami akan menghadapi kesulitan. Dan kami harus mulai mempertahankan negara kami sendiri.”
“Jika kami, rakyat Afghanistan, tidak bisa membela negara kami, diri kami sendiri terhadap berbagai bentuk tekanan, baik dari dalam maupun dari luar, maka apapun yang dilakukan negara-negara di seluruh dunia untuk membantu kami, hal itu tidak akan memberikan hasil yang kami inginkan,” kata Karzai dalam wawancara selama satu jam yang bertempat di istana kepresidenan yang terletak di ibukota Afghanistan, Kabul.
Kubu Partai Republik menentang ditetapkannya tenggat waktu untuk menarik keluar pasukan AS dari Afghanistan, mereka beralasan bahwa penetapan batasan waktu hanya akan membuat Taliban sengaja berdiam dan menunggu pasukan AS keluar dari negara tersebut, partai oposisi AS tersebut menambahkan bahwa Obama harus bersedia menunda permulaan penarikan keluar pasukan AS jika terjadi penurunan keamanan.
Namun, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan Robert Gates, mengatakan kepada para anggota legislatif pada hari Kamis lalu bahwa tenggat waktu Juli 2011 tersebut bersifat fleksibel. Gedung Putih mengatakan bahwa Obama menetapkan tenggat waktu hanya untuk memberitahukan kepada pemerintah Karzai bahwa pihaknya memiliki batasan waktu untuk melakukan reformasi dan mengambil alih pengamanan dalam negeri.
Wawancara dengan Karzai tersebut dilakukan setelah Brown menjanjikan pengiriman 500 orang prajurit Inggris, Presiden Obama menjanjikan 30.000 orang, dan NATO berkomitmen untuk mengirimkan 5.000 orang tambahan pasukan ke Afghanistan, untuk melanjutkan perang yang sudah berkecamuk selama hampir sembilan tahun tersebut.
Meski saat ini sudah tercatat ada 110.000 orang pasukan asing yang memerangi para gerilyawan di Afghanistan, sampai saat ini, mereka masih belum mampu mengendalikan keadaan di negara yang dikoyak perang tersebut. (dn/pv/ap)
Sumber: http://suaramedia.com

Gaddafi: Serangan NATO Tidak Bisa Membunuh Saya

Abbas: Darah Demonstran Nakba Tidak Akan Sia-sia