Karzai Ultimatum AS Soal Serangan Udara

Presiden Afghanistan Hamid Karzai memberikan peringatan terakhir kepada Amerika Serikat dan sekutunya terkait serangan udara, yang menewaskan warga sipil.

Peringatan itu datang setelah serangan udara pimpinan AS baru-baru ini di Helmand dan Provinsi Nuristan, menewaskan 56 warga Afghanistan, sebagian besar penduduk sipil.
Karzai mengatakan, insiden tersebut telah membunuh anak-anak dan perempuan Afghanistan.
Sebelumnya, Karzai menginstruksikan Departemen Pertahanan Afghanistan untuk mengambil kendali serangan pada malam hari, yang dilakukan pasukan pimpinan Amerika. Ia memerintahkan kementerian itu untuk mencegah pasukan asing menggelar operasi, yang tidak terkoordinasi dan sewenang-wenang di seluruh negeri.
Karzai menuntut bahwa serangan tersebut serta operasi khusus secara independen dilakukan oleh pasukan Afghanistan.
Korban sipil yang disebabkan oleh serangan NATO telah menjadi pemicu utama ketegangan antara Karzai dan Barat. Serangan telah membunuh sejumlah besar warga sipil Afghanistan sejak awal invasi pimpinan Amerika pada tahun 2001.
Sementara itu, Washington mengatakan akan menyikapi serius peringatan Presiden Hamid Karzai tentang peningkatan jumlah korban sipil dalam serangan AS.
“Presiden Karzai telah menyatakan kekhawatiran dalam beberapa kesempatan tentang korban sipil. Kekhawatiran mereka akan kita sikapi dengan serius,” kata Juru bicara Gedung Putih, Jay Carney pada hari Ahad (29/5).
Carney mengatakan, militer AS akan bekerjasama dengan pemerintah Kabul untuk menghindari pembunuhan warga sipil. (IRIB/RM/AR)
Sumber: http://indonesian.irib.ir

Rahbar: Semua Harus Posisikan Diri di Medan Perang Melawan Musuh

Inggris Akan Gunakan Bom Khusus untuk Hancurkan Benteng Bawah Tanah Libya