Khianati Perjanjian, Israel Bantai Komandan Hamas

Pergerakan Jihad Islam pada hari Minggu mengutuk pembunuhan dari dua komandan Brigade Qassam, sayap bersenjata dari Hamas, di Qalqilia di Tepi Barat.
Abdul Qassam, salah satu dari pemimpin Jihad di Tepi Barat bagian utara menyatakan bahwa pembunuhan tersebut merupakan pernyataan tersirat dari pengkhianatan Israel terhadap “proyek mengalah” yang dipimpin oleh otoritas Ramallah dan upaya untuk melikuidasi perlawanan.
Dia menyatakan bahwa masyarakat tidak akan puas hingga pelaku pembunuhan tersebut terungkap dan mendapat hukuman yang setimpal.
Dalam sebuah pernyataan hari minggu, Abdul Qassam berpendapat bahwa pembunuhan dari pemimpin Qassam Mohammed Al-Samman dan Mohammed Yassin sejalan dengan perang yang dilancarkan oleh Israel dan otoritas Ramallah yang terhadap perlawanan.
Dia menuduh bahwa aksi tersebut membuktikan bahwa otoritas Ramallah tidak mempedulikan kesuksesan dari dialog inter-Palestina untuk mengakhiri perselisihan.
Dalam hal ini, Brigade Salahuddin, sayap bersenjata dari komite perlawanan populer, menyerukan kepada masyarakat di Tepi Barat untuk memberontak terhadap otoritas Ramallah.
Jurubicara sayap bersenjata Abu Yousef menyatakan pada hari minggu bahwa semua pejuang perlawanan harus memerangi otoritas Ramallah seperti memerangi “musuh Zionis.”
Dia mendesak kepada masyarakat “terhormat” faksi Fatah untuk bersatu dengan perlawanan dan untuk mengacuhkan semua pihak yang bekerjasama dengan “rencana musuh.”
Hamas menyatakan bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh pihak keamanan PA tersebut adalah kejahatan berencana
Hamas menyatakan bahwa kejahatan ini merupakan hasil dari perencanaan yang sangat rapi, diikuti dengan penangkapan politik dan serangan yang dilakukan oleh pihak kemanan PA di Qalqiliya dalam sebuah upaya untuk meraih gerakan perlawanan Palestina Samman.
Pernyataan tersebut menuding bahwa pihak keamanan PA, dalam proses pencarian Samman, menculik lebih dari 40 orang Palestina yang berhubungan dengan Hamas dalam 4 hari ini.
Juru bicara Hamas, Fawzi Barhoum menyatakan, bahwa pembunuhan tersebut yang terjadi kurang dari 28 jam setelah pembunuhan pemimpin Qassam Abdelmajid Dodeen mengilustrasikan tugas utama dari pihak keamanan PA dan tingkat koordinasi keamanan mereka dengan okupansi Israel terhadap faksi perlawanan Palestina.
Barhoum menekankan bahwa kejahatan tercela tersebut sejalan dengan konteks atas janji yang dibuat oleh mantan ketua PA Mahmoud Abbas untuk mengimplementasikan segala hal yang ditetapkan oleh rencana awal terutama janjinya kepada AS dan Israel untuk melibas perlawanan Palestina dan Hamas.
Juru bicara tersebut menuding faksi Abbas dan Fatah bertanggung jawab penuh terhadap kejahatan ini dan konsekuensi dari koordinasi keamanan mereka dengan okupansi Israel melawan perlawanan rakyat Palestina.
Dalam konteks yang sama, kepala deputi parlemen Hamas Yahya Mousa secara keras menuduh apa yang terjadi di Qalqiya, menitikberatkan bahwa PA di Ramallah menjadi kosong secara nasional dan sebagai bagian dari institusi keamanan Zionis.
Mousa menggarisbawahi sebuah pernyataan bahwa apa yang terjadi mencerminkan bahwa PA mengadopsi pendekatan serius yang tidak berbeda dengan pelanggaran yang dilakukan oleh mafia Ariel Sharon di Tepi Barat.
Para pembuat kebijakan menyatakan, “kamitiba di saat saat historis yang menentukan dan hal ini membutuhkan persatuan dari semua nasionalis untuk melawan semua bentuk pengkhianatan,” mereka menekankan, mengingatkan bahwa ketekunan Abbas dalam menjalankan roadmap plan merubah pihak keamanan yang dia miliki menjadi salah satu unit pembunuh dan penculik milik Israel.
Juru bicara dalam negeri Palestina untuk menyayangkan kejahatan yang terjadi di Qalaqiya, mencatat bahwa apa yang terjadi di sana merupakan produk dari roadmap plan yang menganggap bahwa perlawanan adalah kejahatan yang tak termaafkan.
Dalam sebuah pernyataan, Hamas berduka cita pada hari minggu atas kematian Samman dan Yassin dan menganggap pembunuhan mereka sebagai tindakan Abbas dan pihak keamanannya sebagai “sangat keterlaluan dan melampaui batas”
Pernyataan tersebut mengarisbawahi Hamas, dalam kejahatannya, akan meninjau kembali kebijakan dan posisinya terhadap partai partai yang membuktikan pengkhianatan mereka terhadap rakyat Palestina. (bk/pic)
Sumber: http://suaramedia.com

Acuhkan Protes, Australia Kukuh Dukung kekejian Israel

Tambah Kuat, Militer Iran Siap Bela Negara?