Kode Rahasia Nuklir AS Pernah Hilang

Hugh Shelton, mantan Kepala Staf Gabungan militer Amerika Serikat (AS), mengungkap fakta menarik. Dalam memoar bertajuk Without Hesitation: The Odyssey of an American Warrior yang dirilis 22 Oktober 2010, dia mengungkap bahwa kartu sakti berisi kode rahasia serangan nuklir hilang di masa pemerintahan mantan Presiden Bill Clinton.
   
Menurut Shelton, hilangnya kartu sakti yang disebut “biscuit” itu tidak pernah diungkap ke publik sebelumnya. Bahkan, dia yakin, Clinton tidak pernah menyadari bahwa kartu penting yang bisa digunakan untuk melancarkan serangan nuklir itu hilang. “Kartu itu hilang selama beberapa bulan, saat Clinton masih menjadi orang nomor satu Gedung Putih. Benar-benar masalah besar,” katanya kepada Agence France-Presse.

Sebagai kepala negara yang berwenang menginstruksikan perang nuklir, Clinton dan seluruh presiden AS lainnya memang tidak membawa sendiri kartu sakti tersebut. Pensiunan jenderal itu mengatakan bahwa kartu tersebut dipercayakan kepada seorang ajudan presiden. Ajudan yang tidak pernah berpisah dari sang presiden itulah yang bertugas menyimpan dan membawa kartu sakti tersebut. “Pada sekitar 2000an, ajudan yang bertanggung-jawab atas kartu itu kehilangan barang berharga tersebut. Entah apa yang terjadi,” lanjut pria 68 tahun tersebut.

Kecerobohan fatal yang oleh Shelton disebut comedy of error itu, konon, sengaja disembunyikan dari Clinton. Juga, dari Pentagon yang tiap bulan mengirim utusan untuk mengecek keberadaan kartu sakti tersebut.

Maka, saat utusan Pentagon datang, ajudan bersangkutan sengaja mencegahnya bertemu Clinton. “Saat utusan itu hendak bertemu presiden, sang ajudan mengatakan bahwa presiden sedang rapat penting dan tidak bisa diganggu. Selanjutnya, dia berusaha meyakinkan utusan Pentagon bahwa kartu sakti itu aman,” ungkap Shelton dalam wawancara dengan CNN.

Sandiwara tersebut, kata dia, terjadi sedikitnya dua kali. Artinya, kartu sakti itu hilang selama sekitar dua bulan. Beruntung, dalam kurun waktu itu tidak ada kejadian darurat yang memaksa Clinton membuka “football,” sebutan untuk koper kecil berisi rangkaian lain kode rahasia nuklir AS. Sebab, “football” hanya bisa diakses jika presiden memegang “biscuit.”

Berdasar prosedur baku keamanan AS, kartu sakti itu diganti tiap empat bulan sekali. “Saat tiba masa penggantian kartu sakti itulah baru diketahui bahwa kartu yang lama hilang,” kata Shelton. Setelah kejadian itu, Pentagon mengubah prosedur pengecekan kartu sakti. Pejabat yang diutus wajib bertemu langsung dengan presiden dan ajudan pemegang kartu sakti, serta melihat secara langsung kartu sakti tersebut. (hep/ami)

Sumber: htpp://www.JPNN.com

Kamus Navajo Code Talker

Bukti Pembantaian Di Kongo Ditemukan