Kongres AS tolak Laporan Kejahatan Israel di Gaza

Kongres AS telah meloloskan sebuah resolusi yang menolak penemuan dalam sebuah laporan PBB bahwa Israel melakukan kejahatan perang selama serangan militernya ke Gaza.
Kongres melakukan pemungutan suara pada hari Selasa, dengan hasil 344 banding 36, untuk sebuah resolusi tak mengikat yang menyerukan pada Barack Obama agar mempertahankan oposisinya terhadap laporan yang ditulis oleh sebuah panel pimpinan Richard Goldstone, seorang hakim dari Afrika Selatan.
Resolusi Kongres AS menyebut laporan tersebut bersifat bias dan tidak penting untuk dipertimbangkan lebih jauh atau mendapat legitimasi.
Laporan itu menuduh Israel melakukan kejahatan perang dalam konflik yang berlangsung selama 22 hari di bulan Desember hingga Januari.
Laporan itu menyampaikan sebagian besar kritiknya terhadap aksi Israel dalam serangannya ke wilayah pantai tersebut, di mana organisasi HAM mengatakan sekitar 1.400 warga Palestina � banyak dari mereka yang merupakan wanita dan anak-anak � yang terbunuh.
Tiga belas orang Israel, termasuk tiga warga sipil, tewas dalam perang itu.
Pemungutan suara Kongres dilakukan sehari sebelum Majelis Umum PBB melakukan debat untuk resolusinya sendiri yang mendukung penemuan laporan Goldstone.
“Laporan itu tidak ditulis untuk membicarakan 12.000 roket yang sengaja diluncurkan Hamas untuk membantai orang Israel, melawan upaya Israel dalam banyak cara untuk meminimalisir jatuhnya korban sipil Palestina. Jadi ada banyak standar berbeda yang diterapkan,” ujarnya kepada Al Jazeera.
Namun ketika ditanya apakah ia telah membaca seluruh isi laporan Goldstone, Rothman mengatakan ia baru membaca ringkasannya saja.
“Saya tidak membaca seluruh 400 atau 500 halaman laporan, namun saya membaca ringkasannya yang didesain untuk dibaca oleh anggota kongres dan pemimpin dunia lainnya. Saya menemukannya sangat, sangat bias dan satu sisi.”
Minggu lalu Goldstone mengirim sebuah surat ke Kongres AS, mengatakan bahwa naskah resolusi AS memiliki “ketidakakuratan faktual dan contoh-contoh di mana informasi dan pernyataan dalam laporannya dipahami di luar konteks.”
Ia mengajukan beberapa penolakan dan klarifikasi atas ide-ide yang diekspresikan dalam resolusi itu.
Sebagai respon terhadap kritik Goldstone, tiga bagian resolusi diamandemen pada hari Selasa untuk mengklarifikasi bahwa Goldstone telah berusaha memperpanjang mandat komisi agar timnya dapat menyelidiki klaim bahwa Hamas juga telah melanggar hukum internasional selama Perang Gaza.
Laporan Goldstone menuntut dilakukannya penyelidikan independen terhadap aksi Israel selama perang.
Laporan itu menyerukan agar kasus tersebut dilimpahkan ke Pengadilan Militer Internasional di The Hague jika Israel tidak menyelidiki tuduhan kejahatan perang yang dialamatkan pada negara zionis itu dalam waktu enam bulan.
Hamas telah bersedia melakukan penyelidikan, sementara Israel belum. (rin/aj/pv)
Sumber: http://suaramedia.com

Amerika Serikat Pergi Dari Afghanistan?

Sultan Muhammad Al-Fatih, Kunci Kejayaan Konstantinopel