Lebih dari 1.000 Perusuh Ditahan Pasca Bentrokan Etnis Rusia

Moskow – Polisi Rusia menahan lebih 1.000 pemuda di Moskow dan kota-kota besar lainnya terkait kerusuhan etnis menyusul penembakan mati seorang penggemar sepakbola.
Puluhan pemuda berusia 13 tahun ditangkap dengan tangan diborgol oleh polisi anti huru-hara bertopi baja di stasiun kereta api Kievsky di pusat kota Moskow — lokasi tempat bentrokan hebat terjadi.
Para pemuda yang memakai jeket hitam meneriakkan semboyan “Rusia untuk rakyat Rusia” dan mengangkat tangan kanan mereka dengan salam Nazi ketika penangkapan diteruskan di seluruh lapangan pusat kota Moskow hingga malam.
Polisi mengatakan operasi di seluruh kota itu melibatkan 3.000 polisi dan mengakibatkan lebih 800 orang ditahan dan penyitaan segalanya mulai dari senapan hingga pisau dan senjata-senjata ringan lainnya.
Polisi juga menutup beberapa bagian Lapangan Merah dan memeriksa semua dokumen puluhan ribu orang ketika mereka berdatangan ke tempat-tempat berkumpul sambil membawa tas belanja liburan dan menggandeng anak-anak.
“Apakah saya tampak bagaikan seorang penjahat di mata anda,” kata seorang pria tua yang dokumennya tertinggal di rumah sambil berteriak di depan kamera televisi ketika ia digiring dengan tangan diborgol oleh polisi.
Seorang ideolog terkemuka Kremlin mengkaitkan kekerasan etnis dengan aksi-aksi protes oleh oposisi liberal, menyusul kekerasan warna kulit yang meletus di Rusia dalam beberapa hari terakhir.
Vladislav Surkov, wakil pertama kepala staf menjelaskan kepada suratkabar pro-pemerintah Izvestia bahwa oposisi liberal Rusia yang pecah mengacau keadaan dan mendorong kekerasan.

Walikota Moskow Sergei Sobyanfsin bergabung dengan para perwira keamanan seniornya dalam upaya memimpin respon pada krisis keamanan mendadak ketika bentrokan kecil-kecilan berkobar di pusat kota meskipun polisi berjaga secara besar-besaran.

Selangkah Lagi Indonesia Menuju Partai Final

Ditemukan Tengkorak Kepala Milik Raja Henri IV