Libya Kembali Tawarkan Gencatan Senjata kepada Utusan PBB

Perdana Menteri rezim Muammar Gaddafi pada hari Minggu kemarin (15/5) kembali menawarjkan gencatan senjata kepada utusan khusus PBB yang berkunjung ke Libya, Abdullah al-Khatib, sebagai imbalan bagi gencatan senjata segera NATO, pada saat pemberontakan anti-rezim memasuki bulan keempat.
Perdana Menteri Libya Baghdadi Mahmudi, dikutip oleh kantor berita resmi JANA, mengatakan setelah pertemuan dengan Khatib, Libya sangat ingin dilakukannya gencatan senjata segera bertepatan dengan dihentikannya pemboman NATO dan menerima pengamat internasional masuk ke Libya.
Libya, ia menambahkan, telah berkomitmen untuk kesatuan wilayah dan rakyatnya dan Libya memiliki hak untuk “menentukan urusan internal dan sistem politik mereka sendiri melalui dialog yang demokratis jauh dari ancaman bom.”
Mahmudi menuduh NATO, telah melakukan pelanggaran dan pelanggaran itu termasuk “pembunuhan politik, pengepungan maritim yang tidak adil, pemboman bangunan sipil dan perusakan infrastruktur.”
Segera setelah utusan PBB Abdullah Khatib tiba di Libya, ledakan keras mengguncang beberapa wilayah di timur Tripoli, warga melaporkan dari Tajura, sebuah daerah pinggiran terpencil dari ibukota.(fq/ap)
Sumber: http://www.eramuslim.com

Aktivis Kiri Israel Dukung Nakba Day, Sebut IDF Organisasi Teror Tak Bermoral

Pendiri Blackwater Dapat Proyek Baru untuk Bentuk Pasukan Asing di UEA