Media Sembunyikan Kejahatan Militer AS Dari Publik

Media mainstream AS sengaja menghindari meliput tentang kejahatan militer AS, seperti publikasi foto para tentara yang berpose dengan mayat warga sipil Afghanistan yang mereka bunuh, ujar sebuah laporan.
“Fakta bahwa belum ada penyelidikan Kongres, penyelidikan PBB, belum ada kemarahan besar masyarakat dalam beberapa hal adalah menakutkan,” ujar Daniel Goure, yang mempelajari kebijakan militer AS di Afghanistan, kepada koresponden Press TV di Arlington, Virginia.
“Kita telah sampai pada titik di mana media, publik, dan Kongres tidak begitu peduli lagi,” ujar Goure, wakil presiden di Lexington Institute di Virginia.
Akhir 2009, tentara Amerika bernama Jeremy Morlock dan beberapa tentara lain di kelompoknya mulai berencana membunuh warga Afghan yang tak bersenjata di provinsi Kandahar.
Washington Post juga mencatat ketiadaan kontroversi dari media mainstream.
Isu-isu seperti krisis nuklir Jepang, pemberontakan di Timur Tengah dan topik lainnya telah mendominasi media mainstream di AS.
Kisah-kisah seperti tentara militer yang dituntut telah seringkali ditinggalkan dari halaman depan dan beberapa pakar mengatakan disembunyikan dari publik.
Morlock menggunakan senjata Afghan yang diperoleh secara ilegal untuk membuatnya tampak bahwa sang korban adalah kombatan musuh. Untuk membuat pembunuhan itu tampak bisa dibenarkan, para tentara meletakkan senjata di dekat jasad korban.
Kemudian, beberapa foto mengejutkan yang dirilis memperlihatkan Morlock dan beberapa tentara lain berpose dengan mayat-mayat warga Afghan. Salah satu gambar menunjukkan Morlock menyeringai saat dia mengangkat kepala seorang mayat.
Dia dihukum penjara selama 24 tahun setelah mengaku bersalah membunuh tiga warga sipil di Afghanistan tahun lalu.
Pejabat Pentagon menyebut insiden itu memuakkan dan meminta maaf atas aksi para tentara yang telah dituntut dan diadili tersebut.
Tapi saat semakin banyak hukuman yang dijatuhkan untuk sebuah kejahatan keji, banyak yang ingin tahu apakah liputan media akan transparan atau akan memiliki standar ganda.
Warga sipil telah menjadi korban utama kekerasan di Afghanistan, terutama di provinsi timur dan selatan.
Dengan pemberontakan di dunia Arab yang mendominasi berita dunia, banyak warga Amerika yang tetap tidak tahu tentang serangkaian insiden Afghanistan di mana tentara Amerika dituntut karena sengaja membunuh warga sipil untuk bersenang-senang.
Beberapa warga Amerika yang ditanya apakah mereka tahu tentang pembunuhan itu mengatakan bahwa mereka tidak tahu, sementara kisah tersebut telah menjadi berita utama di media internasional, termasuk liputan besar-besaran oleh majalah Jerman Der Spiegel dan majalah berbasis di AS Rolling Stone. (rin/ptv)
Sumber: http://suaramedia.com

Maliki: Militer Irak Siap Ambil Alih Keamanan Negara Dari Militer Amerika

Presiden Turki Peringatkan Israel Akan Kemarahan Bangsa Arab