Mengapa Intelijen Pakistan Menahan Informan Amerika?

Letnan Jenderal Ahmed Shuja Pasha, Kepala Intelijen Pakistan, Inter Services Intelligence (ISI), mengatakan, “Kami tidak akan membantu Anda,” ucapnya. “Kami akan menolak Anda”, tambah Shuja. Pernyataan ini menyusul sehari setelah tewasnya pemimpin Al-Qaidah, Usamah bin Laden.
Pasha tampaknya malu oleh penghinaan i AS yang melakukan serangan sepihak ke dalam wilayah Pakistan. Kemudian, lima informan Pakistan, termasuk perwira Angkatan Darat, yang diduga bekerjasama dengan CIA, yang mempunyai kaitan dengan pembunuhan Bin Laden di tahan oleh ISI, ungkap New York Times, Rabu lalu.
Pada hari Kamis, seorang pejabat senior Pakistan, mengatakan yang tersisa di tahanan hanya Mayor Amir Aziz. Amir Aziz, seorang dokter tentara Pakistan, yang rumahnya di Abbottabad digunakan CIA untuk memantau Osama bin Laden.
Penangkapan terhadap informan yang mempunyai kaitan dengan CIA, khususnya dalam operasi terhadap Bin Laden, sebagai tindakan CIA yang bersifat unilateral, dan ini sebagai pelanggaran kedaulatan negara. ISI menolak operasi CIA di Pakistan secara unilateral, yang dapat membahayakan kedaulatan Pakistan. ISI akan membatasi operasi CIA di negeri itu, dan akan meletakkan aturan yang akan melarang operasi CIA secara independen.
Operasi CIA di Pakistan secara unilateral itu, menimbulkan efek yang luas dikalangan militer Pakistan, bahkan membuat kemarahan di kalangan perwira militer Pakistan terhadap panglima angkatan bersenjata Pakistna, Jenderal Ashfaq Kayani. Sekarang Kayani sedang berjuang menghadapi mosi tidak percaya dikalangan perwira militer, terutama dikalangan para kolonel, yang menentang hubungan militer Pakistan dengan AS, yang dianggap sudah melampui kewenangannya.
Sebelumnya, seorang agen CIA di Pakistan, Raymond Davis, yang menggunakan “cover” sebagai pembisnis telah melakukan membunuh dua orang Pakistan di kota Lahore di bulan Januari. Kepala Intelijen Pakistna ISI, Sujad Pasha dan Panglima Angkatan Darat Jenderal Ashfaq Parvez Kayani, meminta kepada AS agar mengurangi dan agen CIA dan kehadiran militer AS di Pakistan. Pekan lalu, kedua pejabat militer Pakistan itu, mengusir sekelompok pelatih militer AS yang diundang ke negara itu untuk membantu meningkatkan kemampuan pasukan kontra intelijen Pakistan yang memerangi militan di wilayah sepanjang perbatasan Afghanistan.
Pasha marah dengan operasi CIA, yang tak terkendali, yang melanggar kedaulatan Pakistan. Ketika memberikan konfirmasi kepada wartawan, kepala intelijen Pakistan itu, merasa tindakan para agen CIA sudah terlalu, dan tidak berkoordinasi dengan agen ISI. “Para kepala ISI telah mempertimbangkan, apakah mereka harus melakukan sesuatu untuk melawan orang Amerika”, ujarnya.
Direktur CIA Leon Panetta yang akan menjadi Menteri Pertahanan mengunjungi Pakistan, pekan lalu lalu untuk bertemu denganPasha. Leon Panetta menunjukkan gambar lewat satelit, di mana dalam waktu 24 jam, para militan telah masuk ke Pakistan. Times melaporkan bahwa pertemuan dengan Pasha, Direktur CIA Panetta mengangkat penangkapan sejumlah informan yang terlibat dalam pembunuhan Bin Laden.
Nampaknya, pembicaraan antara Sujad Pasha dengan Leon Panetta, yang mengharapkan melanjutkan operasi militer dan intelijen di sepanjang perbatasan Pakistan dan Afghanistan, nampaknya Presiden Obama telah mengambil sikap melanjutkan operasi CIA di wilayah Pakistan-Afghanistan, tanpa bantuan ISI. CIA akan mengintensifkan serangan dengan menggungakan pesawat tanpa awak (drone) ke sasaran-sasaran yang menjadi basis kelompok Al-Qaidah. Meskipun, Tentara Pakistan melakukan pembatalan program kerjasama yang bersifat rahasia dengan AS, tetapi Gedung Putih akan tetap menjalankan operasi di wilayah itu, yang bertujuan untuk mengeliminasi kelompok militan.
Kepala ISI telah menawarkan untuk mengundurkan diri akibat serangan militer AS secara unilateral terhadap Bin Laden. Militer Pakistan juga terdesak dengan berbagai tuduhan yagn dilancarkan para pemimpin partai politik dan rakyat Pakistan, yang menuduh militer Pakistan berkomplot menghabisi Usamah bin Laden dengan CIA.
Sekarang hubungan ISI dengan CIA telah memburuk. “Hubungan mereka memburuk untuk waktu yang lama,” kata Letnan Jenderal Asad Durrani, mantan kepala ISI. Peristiwa pembunuhan Usamah bin Laden itu, membawa hubungan militer Pakistan dengan Pentagon menjadi rapuh. (mh/tm)
Sumber: http://www.eramuslim.com

Hillary Clinton Kecam Gaddafi yang Gunakan Perkosaan sebagai Alat Perang

Raja Yordania: Israel-Palestina Takkan Bisa Berdamai