Menolong Korban 9/11 Malah Dimasukkan Dalam Daftar Teroris

Air susu dibalas air tuba, mungkin itu kata yang tepat buat pemerintah AS yang akan memasukkan data ribuan warganya yang telah membantu penyelamatan para korban serangan 11 Septermber 2001, ke dalam daftar teroris yang berada di bawah pengawasan FBI.
Mereka yang data pribadinya masuk dalam database teroris versi pemerintah AS, akan dianggap berpotensi menjadi teroris berdasarkan James Zadroga 9/11 Health & Compensation Act, undang-undang yang menggunakan nama seorang polisi NYPD yang akhirnya meninggal dunia akibat penyakit yang menurut harian Huffington Post diduga didapat Zadroga saat memberi pertolongan pada korban serangan 11 September 2001.
Pemerintah juga menolak memberikan bantuan perawatan bagi “para juru penolong” itu, yang menderita gangguan pernapasan dan gangguan kesehatan mental pasca memberikan pertolongan pada para korban serangan 11 September.
Surat yang ditulis Dr. John Howard, direktur National Institute for Occupational Safety and Health menginformasikan pada penyedia hasa medis di seluruh AS bahwa mereka yang berpartisipasi dalam program kesehatan 9/11, sebentar lagi akan diminta untuk mengirimkan semua data diri mereka pada FBI.
Langkah pemerintah AS itu tentu saja menuai kecaman keras, utamanya dari mereka yang terlibat dalam operasi penyelamatan korban serangan 9/11. “Tindakan yang absurd, bodoh, tolol,” kata Glen Kline, mantan anggota tim layanan darurat NYPD.
“Kebijakan ini sangat lucu, dan saya pikir ini merupakan pelecehan terhadap semua orang yang bekerja di tengah puing reruntutan gedung yang menjadi target serangan, lalu mereka sakit dan menderita, kata John Feal, mantan pekerja bangunan yang kehilangan sebelah kakinya di Ground Zero. (ln/ptv)
Sumber: http://www.eramuslim.com

Amerika Akan Lanjutkan Serangan Drone di Pakistan

McCain: Pemberontak Libya adalah Pahlawan Saya