Misterius, Soal Ambruknya Proyek Pembangunan Pagar Hutan Kota

Ambruknya proyek Pembangunan Pagar Hutan Kota sepanjang 30 meter di Kelurahan Munjul, Jakarta Timur,  sampai saat ini masih menjadi sorotan. Pasalnya, ambruknya proyek sebelum selesai dikerjakan. Sejumlah kalangan menilai, proyek tersebut ambruk karena pengerjaannya tidak sesuai bestek. Bahkan, ada menuding bahwa pekerjaan itu dilaksanakan tidak memakai tenaga ahli yang profesional dan diduga proses lelang pun dilaksanakan secara tidak transparan. Artinya, jauh sebelum pengumuman pemenang, sudah diatur siapa calon pemenang.

Dari pengamatan Koran Transaksi, penanggung jawab atau pelaksana PT Lian Surya yang mengerjakan proyek masih terus melakukan aktivitasnya seperti biasa. Terkesan mereka penuh rasa optimis menyelesaikan proyek tepat waktu, tanpa ada masalah. Anehnya, besi bekas coran yang selalu dipasang sebagai pengikat dan kekuatan bangunan setelah ambruk tidak terlihat di lokasi. Hanya batu –bata saja yang berserakan, yang kebetulan  berdekatan dengan pemancingan. Jika amati lebih cermat, proyek ini memiliki banyak kejanggalan, seperti di papan proyek tidak dijelaskan tentang sertifikasi maupun kualifikasinya.

Begitu juga konsultan dan perencana tidak tertulis. Lebih membingungkan lagi, menurut sumber yang dipercaya di lokasi, awal ambruknya proyek pembangunan paragar hutan kota itu adalah hanya karena hujan turun dan banjir. “Air yang tadinya biasa mengalir, sekarang tidak mengalir, akhirnya ambruk,” ujarnya.Dia menjelaskan, permasalahan akan segera pada rapat di dinas  terkait. Ada kemungkinan akan dilakukan penambahan untuk membuat gorong–gorong, agar air dapat mengalir seperti biasa dengan lancer. “Padahal di dalam rencana anggaran belanja (RAB), itu tidak ada. Jadi, permasalahan ini bukan salah kontraktor tapi salah di perencanaan,” ujarnya.

Desman S—salah satu kepala bidang pada Dinas Kelahutan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, ketika ditemui di ruang kerjanya, menepis jika proyek dikatakan bermasalah. Entah apa paying hukumnya, Desman menegaskan, pada proyek Pembangunan Hutan Kota yang ambruk sepanjang 30 meter itu akan ditinggikan menjadi 2,5 meter. “Dan, akan dibuat gorong–gorong sekalian,” ujarnya.Ketika didesan dengan pertanyaan tentang konsultan proyek itu, Desman malah mengalihkan pembicaraan. Sangat misterius, sepertinya ada rahasia yang tersembunyi di balik konsultan tersebut. Jadi, pantas saja di papan proyek tidak ditulis siapa konsultannya.

Foto Penampakan Hantu di TRANS TV pada Adzan Maghrib

Farah Quinn Mengkreasi Pempek Palembang