Negara Barat Galang Dana untuk Bantu Pemberontak Libya

Kekuatan Eropa Rabu kemarin (4/5) tampaknya mulai kehilangan kesabaran dengan kebuntuan di Libya, pada saat menteri luar negeri Perancis dan Italia menyerukan untuk mengakhiri aksi militer internasional di Libya secepat mungkin.

Sementara itu, dukungan untuk memberikan uang kepada pemberontak Libya – yang kemungkinan dipakai untuk membeli senjata, peralatan dan amunisi yang dapat digunakan untuk menggulingkan Muammar Gaddafi – tampak mulai tumbuh. Pejabat dari negara-negara yang terlibat dalam kampanye militer di Libya akan mengumumkan cara-cara untuk membantu para pemberontak secara finansial pada saat mereka bertemu hari Kamis ini (5/5) di Roma, kata Kementerian Luar Negeri Italia.
“Saya pasti mendukung untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menempatkan tekanan maksimum pada rezim Gaddafi,” kata Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen, yang akan berpartisipasi dalam konferensi tersebut, dalam sebuah konferensi pers di Brussels. “Dan saya percaya akan ada perlindungan warga sipil di Libya jika Gaddafi berhasil dipaksa untuk turun. Ini akan sangat membantu jika kubu oposisi dibiayai dengan dana.”
Menteri Luar Negeri Perancis Alain Juppe, berbicara hari Rabu kemari di France 24 TV, juga mengatakan para pemberontak membutuhkan bantuan.
Di Washington sehari sebelumnya, juru bicara Departemen Luar Negeri mengatakan tujuan konferensi di Roma akan mencari tahu bagaimana cara untuk mendapatkan bantuan keuangan yang akan diberikan kepada Dewan Transisi Nasional oposisi, yang dipimpin oleh Mustafa Abdul-Jalil.
Abdul-Jalil sendiri menyatakan akan menghadiri konferensi tersebut, bersamaan dengan Sekretaris Negara AS Hillary Clinton, yang dijadwalkan tiba di Roma pada Rabu malam. (fq/ap)
Sumber: http://www.eramuslim.com

"Usamah Masih Hidup Koq" Ledek Anak-Anak Muda Pakistan

5 Rekor Tergila dan Terhebat Yang Dibuat dan Dipecahkan di Thailand