Pakistan "Mengusir" AS Dari Pangkalan Udara Rahasia Shamsi

Pakistan telah memerintahkan menteri pertahanan Amerika Serikat untuk meninggalkan pangkalan udara mereka di gurun terpencil di barat-daya provinsi Balochistan.
Chaudhary Ahmed Mukhtar mengatakan pangkalan udara rahasia Shamsi dilaporkan digunakan untuk serangan pesawat tak berawak.
“Kami telah memberitahu mereka (para pejabat AS) untuk meninggalkan pangkalan udara itu,” kata Mukhtar kepada sekelompok wartawan di Islamabad Rabu kemarin (29/6).
Mukhtar juga mengatakan bahwa Pakistan telah membuat banyak pengorbanan dalam perang melawan terorisme, sementara pembayaran dari dana dukungan koalisi telah terhenti.
Perintah untuk mengosongkan pangkalan datang tak lama setelah dia mengumumkan Pakistan akan meninjau hubungan dengan AS dalam perang melawan teror.
Central Intelligence Agency (CIA) telah menggunakan pangkalan udara tersebut menjadi pangkalan pesawat tak berawak mereka yang sering melakukan serangan di wilayah Pakistan.
Lokasi strategis pangkalan memungkinkan pasukan AS untuk melancarkan serangan pesawat tak berawak yang tidak sah dalam beberapa menit dari perintah komando.
Sebuah penyelidikan yang dilakukan oleh The Times mengungkapkan pada tahun 2010 CIA telah diam-diam menggunakan pangkalan rahasia Shamsi untuk melancarkan serangan terhadap sasaran-sasaran di sisi Pakistan dari perbatasan dengan Afghanistan.
Para pesawat drone telah digunakan untuk menyerang target di dalam wilayah Pakistan, menewaskan ratusan warga sipil tak berdosa.
Pangkalan itu juga banyak digunakan pada tahun 2001 ketika invasi pimpinan Amerika di Afghanistan dimulai.
Militer Pakistan dilaporkan mengizinkan AS untuk menggunakan Shamsi, Jacobabad, dan dua pangkalan lainnya – Pasni dan Dalbadin – pada tahun 2001 untuk invasi ke Afghanistan.
Pemerintah kemudian yang dipimpin oleh Pervez Musharraf, mengatakan bahwa Amerika telah meninggalkan pangkalan tersebut di tahun 2006.
Hubungan antara Islamabad dan Washington semakin tegang di tengah adaya pelanggaran kedaulatan Pakistan berulang yang dilakukan oleh pasukan AS.
Anggota parlemen Pakistan baru-baru ini mengeluarkan resolusi mengutuk serangan AS di Pakistan yang diduga menewaskan pemimpin al-Qaidah Usamah bin Ladin di awal Mei.
Mereka menuntut pemerintah Presiden Asif Ali Zardari meninjau ulang hubungan dengan AS dan negara Barat lainnya.
Pakistan juga meminta Amerika Serikat untuk secara tajam mengurangi jumlah operasi CIA dan menghentikan serangan pesawat tak berawak di wilayahnya.
Sementara itu, laporan mengatakan Presiden AS Barack Obama menolak seruan Islamabad untuk secara transparansi lebih lanjut mengenai operasi CIA di negara ini.(fq/prtv)
Sumber: http://www.eramuslim.com

Israel Bersiap untuk Situasi Terburuk Bentrok Dengan Freedom Flotilla II

Mafia Hitam Bongkar Rencana Licik Amerika untuk Incar Minyak Afrika