Pasukan Oposisi Libya Kembali Kecam NATO

Pasukan NATO gagal untuk menghentikan serangan atas empat wadah penyimpanan minyak besar di dekat kota Libya strategis dan terkepung, Misratah.
Pesawat udara yang dioperasikan oleh pasukan pro-Gaddafi menjatuhkan bom ke tangki penyimpanan minyak dan merusak empat kontainer lainnya.
Pasukan Revolusioner mengatakan mereka telah memperingatkan NATO tentang pesawat Gaddafi sebelum serangan udara terjadi, tetapi mereka tidak mendapat tanggapan dari NATO.
Pasukan pro-Gaddafi menggunakan pesawat kecil dalam serangan mereka di dekat Qasr Ahmed yang dekat dengan pelabuhan.
“Empat tanki hancur total dan kebakaran besar meletus hingga menyebar ke empat tangki lainnya. Kami tidak bisa memadamkannya karena kami tidak memiliki alat yang tepat,” Reuters mengutip juru bicara oposisi Ahmed Hassan yang mengatakan hal tersebut.
Pasukan pemerintah telah membombardir Misratah selama beberapa minggu terakhir, berusaha untuk mencegah pasokan dari mencapai pelabuhan.
Bulan lalu, kepala pasukan oposisi bersenjata, Jenderal Abdul Fattah Younis, kepada wartawan di Benghazi menyatakan bahwa kurangnya tindakan NATO membiarkan pasukan pemerintah untuk semakin maju dan membunuh orang-orang di Misratah dan kota-kota lainnya.
Younis juga mengancam akan meminta Dewan Keamanan PBB untuk menangguhkan misi NATO di Libya jika aliansi militer itu tidak melakukan “pekerjaannya dengan baik.”(fq/prtv)
Sumber: http://www.eramuslim.com

Pertempuran Taliban dan Pemerintah Afghan Berlanjut di Kandahar, 15 Tewas

Cornelis de Houtman, Pembuka Jalan Penjajahan Belanda di Nusantara