Pembantaian Westerling: Pembantaian Meluas ke Pare-pare

Metode Westerling dinilai sukses membungkam perlawanan gerilyawan, yang menurut istilah Belanda: teroris, ekstrimis. Selanjutnya metode pembantain meluas ke Pare-pare.
Setelah ribuan orang penduduk setempat, menurut perkiraan 40.000 orang, dibantai oleh Westerling, kelompok-kelompok perlawanan setempat kabur ke hutan. Kecuali di bagian utara.
Oleh karena itu pada akhir Desember tahun itu juga Westerling mengusulkan kepada Kolonel De Vries agar pasukannya dipecah menjadi dua. Onderluitenant (Peltu) Vermeulen dikirim ke wilayah Pare-pare.
Dia mengantongi surat tugas dengan kewenangan khusus sama seperti Westerling, yakni boleh melakukan pembantaian tanpa proses pengadilan sebagaimana dilakukan Westerling.
Kolonel De Vries menerima usulan ini. Keputusan pemerintah pusat di Batavia bahwa kewenangan khusus itu hanya berlaku untuk Kapten Westerling terlambat tiba di tangan De Vries. Kewenangan tersebut terlanjur diberikan kepada Vermeulen dan pasukannya.
Pada 12/1 komandan batalion KNIL Pare-pare Mayor Stufkens membaca surat tugas kepada Vermeulen tersebut, �� sebanyak mungkin memusnahkan para ekstrimis dan perampok sampai ke akar-akarnya di mana saja,� ((ni/andere tijden)
Sumber: http://www.nederlandsindie.com

Agresi Militer dan Pembangkangan

Christoffel, Si Tukang Jagal di Aceh