Pemerintah Tetap Bersikukuh Prihal Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta

Pemerintah tetap bersikukuh mengusulkan suksesi gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta melalui mekanisme pemilihan, meskipun aspirasi mayoritas masyarakat setempat yang kemudian menjadi keputusan DPRD itu menghendaki penetapan.

“Pemerintah mengusulkan suksesi gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta melalui mekanisme pemilihan oleh anggota DPRD,” kata Gawawan Fauzi, hari ini.

Menurut dia, usulan tersebut disampaikan pemerintah melalui draf Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Keistimewaan Yogyakarta yang saat ini drafnya masih berada di Sekretariat Negara dan menunggu amanat Presiden.

Dalam konsep tersebut, menurut dia, suksesi gubernur Daerah Istimewa bukan ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat dan bukan dipilih langsung oleh masyarakat pada pemilu kepala daerah.

“Namun, gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta diusulkan dipilih oleh anggota DPRD tingkat provinsi. Ini baru usulan dari pemerintah dan akan dibahas oleh DPR RI,” kata Gamawan.

Menurut dia, pemerintah mengusulkan suksesi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta melalui pemilihan dengan pertimbangan, jika usia Sultan Hamengku Buwono sudah lanjut dan sudah tidak cakap memimpin tapi statusnya tetap Sultan.

Dalam situasi seperti itu, kata dia, perlu ada aturan perundangan yang jelas yang mengatur soal suksesi di Yogyakarta.

“Saat ini jika masyarakat Yogyakarta masih menginginkan Sultan menjadi gubernur. Silakan saja dicalonkan melalui DPRD setempat,” katanya.

Jika calonnya hanya Sultan, menurut dia, maka otomatis Sultan akan terpilih sebagai gubernur daerah Istimewa Yogyakarta.

Gamawan menjelaskan, usulan suksesi gubernur Yogyakarta itu baru sebatas usulan pemerintah dan akan dibahas di DPR RI.

Jika pada pembahasan di DPR RI hasilnya lain lagi, menurut Gamawan, pemerintah akan menghormati hasil keputusan tersebut.

Gamawan menambahkan, usulan draf RUU Keistimewaan akan disampaikan ke DPR RI untuk dibahas.

Menurut dia, konsep pemilihan gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dalam draf RUU Keistimewaan Yogyakarta akan menguji apakah yang selama ini didengungkan bahwa Sultan satu-satunya calon yang dinilai paling layak memimpin Yogyakarta.

 “Kalau Sultan satu-satunya calon dan tidak ada calon lain, ya dikukuhkan saja,” katanya.

Yakinkan Pasangan Anda Untuk Melepas Pakaiannya

Menggugat Lambang Garuda di Kostum Timnas