Penyebab WikiLEaks.org Dibunuh

VIVAnews – Situs WikiLeaks sejak Jumat siang, 3 Desember 2010, tidak bisa lagi diakses di Internet. Padahal banyak kalangan di penjuru dunia masih penasaran dengan rentetan informasi informasi berupa kumpulan memo diplomatik bersifat rahasia atau terbatas milik pemerintah AS yang dimuat laman itu.

Menurut kantor berita Associated Press, Wikileaks mulai diberhentikan operasinya pada Kamis jam 10 malam waktu Amerika Timur (ET) oleh penyedia domain, EveryDNS.net. Perusahaan itu beralasan terpaksa memutus akses ke wikileaks.org karena kewalahan menghadapi serangan peretas (hacker) atas laman tersebut sehingga bisa merusak infrastruktur.

Salah satu serangan hacker dapat mengganggu stabilitas sistem EveryDNS, yang membawahi 500.000 alamat situs Internet. �WikiLeaks.org telah menjadi sasaran dari berbagai serangan penolakan layanan. Serangan yang telah ada dan yang akan datang akan mengancam stabilitas infrastruktur EveryDNS.net,� demikian pernyataan perusahaan itu.

Serangan bertubi-tubi terjadi di bagian link KEEP US STRONG, yang terdapat di laman WikiLeaks. Itu adalah bagian donasi bagi mereka yang ingin menyumbangkan uang untuk keberlangsungan laman wilileaks.org.

Dalam pesan di Twitter, pengelola WikiLeaks mengungkapkan bahwa akses ke laman mereka sudah diputus oleh pembuat domain asal AS, EveryDNS.net.  “Domain Wikileaks.org dibunuh oleh everydns.net setelah mengaku menerima serangan massal. TETAP DUKUNG KAMI,” tulis pengelola WikiLeaks.

Sebelumnya, laman WikiLeaks juga dilumpuhkan oleh penyedia hosting, juga asal AS, Amazon.com Inc. Perusahaan itu telah menggusur WikiLeaks dari jaringan server mereka setelah mendapat tekanan dari anggota kongres AS.

Amazon berdalih bahwa WikiLeaks telah melanggar kontrak, namun tidak disebutkan pelanggaran apa yang dilakukan. Saat itu, WikiLeaks mengaku tidak khawatir dengan manuver Amazon karena bisa memindahkan gudang data mereka ke server di Eropa. 

Namun, setelah langkah dari EveryDNS.net, WikiLeaks.org tidak bisa diakses. Sebelum dibunuh penyedia domainnya, WikiLeaks baru mengunggah sekitar 600 dari 251.287 dokumen yang mereka peroleh.

Satu set dokumen itu menghimpun laporan kawat diplomatik dari tanggal 28 Desember 1966 hingga 28 Februari 2010. Kumpulan data berasal dari 274 Kedubes, konsulat, dan kantor misi diplomatik AS di mancanegara. Harian Inggris yang memuat secara khusus bocoran WikiLeaks, The Guardian, mendata bahwa 3.059 memo berasal dari Kedutaan Besar AS di Jakarta.
� VIVAnews

WikiLeaks: AS Singgung Eksekusi Amrozi cs

Jullian Assange Ancam Buka Rahasia Besar