Perang Gerilya Dimulai untuk Melawan Belanda dan Bali pun Mulai Bergerak

Indonesia Menyatakan Perang
Racun Menjadi Senjata Nasionalis Untuk Melawan Belanda dan Eurasia
Batavia, Jawa � Indonesia rakyat tentara, cabang militer rezim nasionalis yang dipimpin oleh Dr IR Soekarno, Sabtu mengeluarkan proklamasi menyatakan perang terhadap semua Belanda, Indo, dan Ambon, kata Aneta kantor berita Belanda.
yang suka berperang Ambon, penduduk pulau Ambon (Amboina), telah dilengkapi banyak pasukan untuk tentara Hindia Belanda.
(Kabar dari United Press mengutip surat kabar nasionalis Batavia Merkeda yang mengatakan kota Mageland, di Jawa Timur, benar-benar di tangan nasionalis Indonesia.)
Aneta mengutip proklamasi seperti menetapkan bahwa permusuhan akan dimulai saat matahari terbenam. Menambahkan perintah:
�Senjata perang adalah segala jenis senjata api, juga racun, panah beracun, dan panah, semua metode pembakaran dan segala jenis binatang liar, seperti ular misalnya.
�Perang gerilya akan ditingkatkan oleh perang ekonomi. Tidak ada makanan dapat dijual kepada musuh. Pasar akan dijaga ketat, dan musuh-musuh kita akan dihukum berat�.
Pada hari Sabtu Polisi militer Jepang menempatkan senapan mesin dan tank di Batavia dan mendirikan barikade dan penghalang jalan setelah serangan sporadis tapi liar oleh pribumi. Indonesia dilaporkan akan mengambil alih kendali kota di Jawa tengah dan barat.
Gerakan nasionalis juga dilaporkan memperoleh kekuatan di Bali, pulau kecil milik Belanda di timur Jawa.
Mayor Jenderal Sir Philip Christison, Panglima Sekutu, mengirim ultimatum kepada Jepang untuk menggunakan kekuatan yang dominan untuk menyingkirkan pemberontakan, tapi jelas bahwa hanya di Batavia Sekutu dan Jepang mempunyai cukup kekuatan untuk menjaga situasi.
The Milwaukee Journal
Minggu, Oktober 14, 1945

Foto-foto Jejak Peristiwa Malari – Malapetaka 15 Januari 1974

Ramalan Prabu Jayabaya yang Dimuat Majalah Time