Perangi Taliban, Afghanistan – Israel Jalin Kesepakatan Rahasia

Sejumlah sumber-sumber pers di Pakistan mengungkapkan mengenai sebuah kesepakatan pembelian kendaraan militer yang tercapai antara Tel Aviv dan Kabul. Pembelian sejumlah Jip militer “Sufa” dari Israel tersebut ditengarai berharga puluhan juta dollar.
Dalam harian Pakistan Observer, disebutkan bahwa Israel menandatangani kesepakatan pertama yang pernah tercapai dengan Afghanistan. Dalam kesepakatan tersebut, para produsen kendaraan dari negara Zionis tersebut akan memasok jip militer lapis baja kepada militer Afghanistan. Selain jip militer yang dinamakan “Sufa” � yang artinya badai � tersebut, disepakati juga mengenai pasokan sejumlah perlengkapan tempur lainnya.
Sumber-sumber terpercaya mengatakan kepada koresponden Pakistan Observer bahwa Afghanistan telah menyampaikan sebuah pemesanan untuk membeli Jip “Sufa” dari industri otomotif yang berbasis di Israel.
Kendaraan lapis baja tersebut sedianya akan dipergunakan oleh pemerintah Afghanistan untuk menghadapi para pejuang Taliban dan Al-Qaeda, yang dengan senjata portabel modernnya seringkali membuat tank-tank berukuran besar menjadi tidak efektif.
Menurut surat kabar Pakistan tersebut, dengan nilai yang mencapai puluhan juta dollar, kesepakatan tersebut adalah sebuah kesepakatan rahasia terbesar yang pernah dicapai oleh militer Afghanistan dengan Israel.
Ketika dimintai keterangan, manajer umum dari industri produsen kendaraan dari Israel menampik pemberitaan yang beredar dan menyebutkan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan Afghanistan. Pihaknya mengklaim bahwa perusahaan Zionis tersebut tidak pernah mengadakan perjanjian dengan sebuah negara Islam.
Dalam harian Pakistan Observer, disebutkan bahwa ada sejumlah pejabat senior militer dari kementerian Israel yang berkunjung ke ibukota Afghanistan, Kabul, dimana diyakini dia menggelar dialog dengan para pejabat senior dari kementerian pertahanan Afghanistan.
Sebagai upaya timbal balik, delegasi pejabat tinggi militer Afghanistan yang terdiri dari tiga orang berkunjung ke Tel Aviv untuk memberikan “sentuhan final” terhadap perjanjian tersebut. Surat kabar Pakistan tersebut mencatat dalam laporannya bahwa pihaknya masih belum mengetahui dengan jelas apakah perjanjian Israel dan Afghanistan tersebut dapat dilaksanakan secara langsung antara keduanya ataukah dilakukan melalui pihak ketiga, yakni AS.
Industri otomotif Israel hingga baru-baru ini tengah terjerembap dalam defisit anggaran, namun setelah mendapatkan pemesanan baru, maka pabrikan kendaraan lapis baja yang berpusat di Galilee tersebut seolah mendapatkan suntikan darah baru dan kembali mampu memproduksi kendaraan.
Para pengamat di Afghanistan meyakini bahwa ada beberapa puluh orang tentara Israel yang ditempatkan di Afghanistan, termasuk sejumlah pasukan yang berada di propinsi barat daya yang berbatasan langsung dengan Pakistan.
Sementara itu, pada hari Jumat, 28 Agustus 2009, setidaknya tercatat 730 orang pasukan AS yang tewas di medan tempur Afghanistan, Pakistan dan Uzbekistan sebagai hasil dari invasi AS di Afghanistan pada akhir tahun 2001, data tersebut dirilis oleh Departemen Pertahanan.
Dari angka tersebut, militer AS melaporkan bahwa 554 diantaranya tewas karena serangan langsung.
Seorang prajurit AS yang belum dapat diidentifikasi tewas pada hari Jumat ketika truk yang dikendarainya melintasi sebuah bom pinggir jalan di sebelah timur Afghanistan, data tersebut menjadikan angka prajurit AS yang tewas dalam perang Afghanistan pada bulan ini menjai 45 orang, satu orang lebih banyak dari laporan bulan Mei.
Angka kematian pasukan Amerika terus meningkat menyusul keputusan presiden Barack Obama untuk mengirimkan 21.000 tentara pasukan tambahan ke Afghanistan untuk memerangi kelompok Taliban dan “melatih” pasukan keamanan Afghanistan.
Keputusan Obama tersebut adalah sebuah bagian dari pergeseran strategi dalam kebijakan perang AS, AS memindahkan banyak sumber daya pertempuran dari Irak, yang menjadi pusat perhatian utama sejak invasi pimpinan AS tahun 2003 lalu.
Meningkatnya angka kematian pasukan AS tersebut telah memantik kekhawatiran AS dan para sekutunya mengenai arah perang Afghanistan, yang diluncurkan oleh pemerintahan George W. Bush dengan dalih untuk memburu Osama bin Laden yan dituding berada di balik serangan 11 September 2001 di AS. (dn)
Sumber: http://suaramedia.com

Umur 27 Tahun Sudah Jadi Gouverneur-Generaal

Menjadi Gubernur-Jenderal di Hindia Belanda, Digaji 700 Gulden/Bulan