Permainan Perang Jadi Gerbang Rencana Rusia di Polandia

Rusia telah memicu gelombang kemarahan di Polandia dengan melakukan simulasi serangan laut dan udara terhadap negara tersebut, hal itu dilakukan Rusia dalam sebuah latihan militer.
Pasukan bersenjata Rusia disebut-sebut telah melancarkan latihan perang dengan menembakkan peluru kendali nuklir, ditambah dengan latihan pendaratan amfibi pasukan Rusia di pantai Polandia.
Dalam dokumen yang didapatkan oleh Wprost, salah satu majalah terkemuka Polandia, disebutkan bahwa latihan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan para prajurit Belarusia.
Manuver tersebut telah dilakukan pada bulan September silam dan melibatkan sekitar 13.000 orang prajurit Rusia dan Belarusia.
Polandia, yang memiliki hubungan kurang harmonis dengan kedua negara tersebut, dinyatakan sebagai “sebuah negara yang berpotensi sebagai penyerang”.
Dokumen tersebut menjabarkan mengenai latihan militer, yang diberi nama sandi “West” (Barat). Latihan tersebut diklasifikasikan sebagai latihan “defensif”, namun ada banyak aspek dalam latihan militer tersebut yang dapat digolongkan sebagai tindakan yang sebaliknya.
Angkatan Udara Rusia berlatih dengan menggunakan senjata yang diambil dari gudang senjatanya, di daerah pedalaman Rusia, Kaliningrad, yang berbatasan dengan Polandia, Tentara Merah Rusia menyerbu pantai “Polandia” dan menyerang sebuah jalur pipa gas.
Operasi tersebut juga melibatkan simulasi serangan terhadap kebangkitan kaum minoritas di Belarusia. Di Belarusia, ada populasi Polandia dalam jumlah yang cukup signifikan dan memiliki hubungan yang tegang dengan pemerintah Belarusia.
Karol Karski, seorang anggota parlemen Polandia, akan mengetuai pertanyaan parlemen mengenai latihan perang Rusia dan secara resmi melayangkan protes kepada Komisi Eropa.
Koleganya, Marek Opiola, berkata: “Latihan tersebut adalah sebuah upaya untuk menyerang kami di kediaman kami sendiri. Jangan lupa bahwa hal itu terjadi tepat pada peringatan 70 tahun invasi Soviet di Polandia.”
Warga Polandia merasa geram dengan pemberitaan seputar latihan militer tersebut dan menuntut adanya respon tegas dari pemerintah.
Seorang pria, yang hanya mengidentifikasi diri sebagai Ted, berkata kepada Polski Radio: “Rusia telah menunjukkan niatan sebenarnya terhadap Polandia. Setiap orang Polandia kini harus bangkit dan mengambil sikap, menjadi seorang patriot atau pengkhianat.”
Donald Tusk, perdana menteri Polandia, telah mencoba untuk membangun hubungan pragmatis dengan Kremlin meski ada banyak suara di Polandia yang memintanya untuk menyudahi hubungan dengan Moskow.
Setelah menghabiskan waktu 40 tahun dibawah dominasi Soviet, hanya ada sedikit orang di Polandia yang mempercayai Rusia, dan banyak orang Polandia yang bersikap waspada terhadap negara yang mereka anggap memiliki agenda neo-imperialistik.
Bogdan Kich, menteri pertahanan Polandia, berkata: “(Latihan) itu adalah sebuah unjuk kekuatan. Kami tengah memonitor latihan tersebut untuk melihat apa yang sebenarnya tengah direncanakan.”
Wladislaw Stasiak, kepala kantor kepresidenan Polandia dan mantan kepala dewan keamanan nasional Polandia, menambahkan: “Kami tidak menyukai latihan tersebut dan nama yang didengungkan kembali dari masa-masa Pakta Warsawa.”
Latihan pasukan Rusia tersebut dipandang sebagai tanda tidak bersahabat bagi negara-negara yang terletak berdekatan dengan perbatasan Barat. Mereka merasa tegang dengan unjuk kekuatan Rusia tersebut.
Kala Moskow kembali “melemaskan otot”, negara-negara Eropa Tengah dan Timur memperingatkan sikap Rusia yang mengadopsi paham neo-imperialistik.
Pada bulan Juli, tokoh paling terkenal dan berpengaruh di Polandia, termasuk Lech Walesa dan Vaclav Havel, menulis sebuah surat terbuka kepada Presiden Barack Obama. Isi surat tersebut memperingatkan Obama akan kembalinya upaya Rusia untuk mendapatkan kekuatan dan mencoba menyelesaikan agenda abad ke-19 dengan taktik dan metode abad ke-21.”
Rusia dan Belarusia sama-sama bersikeras bahwa Operation West digelar untuk membantu memastikan stabilitas strategis di kawasan Eropa Timur. (dn/tg)
Sumber: http://suaramedia.com

"Yerussalem adalah Bom Waktu yang Siap Meledak"

Yahudi Menggenggam Dunia: Masuknya Yahudi ke AS