Perwira Yaman Gabung Dengan Pemberontak, rezim saleh di Ujung Tanduk

Sekitar pulahan ribu perwira dan puluhan tentara Garda Republik Yaman membelot dan bergabung dengan para pengunjuk rasa penentang pemerintahan Presiden Ali Abdullah Saleh. Anggota Garda Republik, Pusat Keamanan dan Angkatan Udara kemarin (Rabu,13/4) memihak kepada demonstran anti-rezim yang telah menuntut pengusiran segera Saleh dan pengalihan kekuasaan kepada wakilnya.
Ratusan orang sorak sorai menyambut bergabungnya perwira dalam kerumunan orang di Sana’a, pusat pemrotes menggelar demonstrasi. Sejumlah komandan senior militer juga bergabung dengan demonstran anti-pemerintah. Mereka bersumpah untuk mendukung dan melindungi “revolusi damai pemuda.”
Sementara itu, bentrokan antara pasukan pemerintah dan kubu yang memihak protes anti-pemerintah menyebabkan sedikitnya lima orang tewas di ibukota Yaman. Sebelumnya, empat pengunjuk rasa anti-pemerintah Yaman terluka di selatan kota Aden, setelah polisi melepaskan tembakan terhadap para demonstran.
Ratusan ribu pengunjuk rasa anti-rezim Yaman menggelar aksi protes di berbagai kota termasuk ibukota Sana’a, Aden dan Taiz, menyerukan penumpasan korupsi dan pengangguran, sekaligus menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh.
Sebagian besar demonstran terluka akibat terjangan peluru tajam, peluru karet maupun pentungan. Sekitar 1.200 pemprotes juga menderita sesak nafas akibat tembakan gas air mata.
Ali Abdullah Saleh telah berkuasa di Yaman selama 32 tahun, dan menyebabkan negara itu menjadi salah satu negeri termiskin di kawasan Timur Tengah. Sekitar 4o persen warga Yaman hidup dengan pendapatan 2 dolar perhari atau bahkan kurang, dan sepertiga warga negara ini menghadapi kekurangan pangan.
Sumber-sumber setempat mengatakan jumlah korban tewas telah melampaui 300 orang sejak protes anti-pemerintah dimulai pada akhir Januari lalu. Relawan telah mengubah masjid menjadi rumah sakit darurat untuk membantu mengobati para korban.
Negara anggota Dewan Kerjasama Teluk Persia (PGCC) menyerukan supaya Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh mundur dari jabatannya. Menlu anggota PGCC dalam pertemuan Ahad (10/4) di Riyadh mendesak presiden Yaman menyerahkan kekuasaan kepada wakilnya untuk membuka jalan bagi transisi kekuasaan di negara Arab itu.(ir)
Sumber: http://konspirasi.com

Kampanye Iranphobia, Strategi Usang Amerika

Siapakah Sesungguhnya Para Perompak Somalia?