PM Inggris: Kami Tidak Akan Kerahkan Pasukan Darat ke Libya

Perdana Menteri Inggris David Cameron mengatakan Inggris tidak akan mengerahkan pasukan darat apapun ke Libya pada saat ketegangan tetap meningkat di negara Afrika Utara tersebut.
“Apa yang telah kami katakan sebelumnya adalah tidak akan ada rencana melakukan darat pasukan Inggris di Libya,” kata Cameron dikutip Reuters pada hari Minggu kemarin (17/4).

Resolusi Dewan Keamanan PBB 1973 telah mengesahkan sebuah zona larangan terbang di atas Libya untuk melindungi warga terhadap serangan udara yang dilakukan oleh pasukan yang setia kepada pemimpin Libya Muammar Gaddafi namun resolusi itu mengesampingkan invasi asing negara.
Pesawat jet AS, Inggris, Prancis, dan NATO terus menggempur Libya, menargetkan pangkalan militer dan peralatan militer Libya, namun serangan mereka juga telah menyebabkan korban sipil dalam beberapa kasus, sehingga bertentangan dengan tujuan utama mereka melakukan invasi ke negara itu.
Pekan lalu, pemimpin Inggris, Prancis dan Amerika Serikat mendesak dalam sebuah surat bersama menegaskan bahwa Gaddafi harus berhenti dari kekuasaannya dan menyuarakan keprihatinan mendalam mengenai krisis kemanusiaan yang terjadi khususnya di kota barat Misratah.
Sementara itu banyak analis percaya bahwa motif utama di balik aksi militer Barat di Libya adalah cadangan minyak di negara itu.
Bentrokan antara pasukan revolusioner dan loyalis Gaddafi tetap berlanjut pada hari Minggu kemarin. Laporan-laporan mengatakan bahwa pasukan Gaddafi menewaskan tujuh orang dan melukai 27 lainnya di kota yang dikuasai oposisi Ajdabiyah.
Sementara itu, pasukan revolusioner mengatakan mereka telah berhasil melakukan serangan pada pasukan rezim di kota strategis Misratah. (fq/prtv)
Sumber: http://www.eramuslim.com

Israel Menuduh Dua Pemuda Palestina pada Pembunuhan di Itamar

Bagaiman Perang Akan Berakhir? (1)