Prancis Prihatin Ekspansi Perluasan Rumah Pemukim Yahudi di Yerusalem

Prancis sangat prihatin atas izin Israel untuk memperluas 2.000 rumah pemukim Yahudi yang dibangun di timur Yerusalem, Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan Senin kemarin (20/6).

“Posisi kami adalah konstan: Penyelesaian konstruksi adalah ilegal di mata hukum internasional, di Tepi Barat serta Yerusalem timur,” kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Prancis Bernard Valero.

Kementerian Dalam Negeri dan komite konstruksi perencanaan Israel pada Minggu lalu telah menyetujui perluasan 2.000 rumah pemukim Yahudi di sekitar Ramat Shlomo, yang memungkinkan setiap rumah pemukim Yahudi untuk menambah kamar mereka.

Prancis dalam pernyataannya juga menyerukan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmud Abbas untuk melanjutkan pembicaraan perdamaian berdasarkan proposal yang dibuat oleh Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe ketika ia mengunjungi wilayah tersebut awal bulan ini.

“Kami memanggil kedua belah pihak untuk melanjutkan perundingan berdasarkan prinsip-prinsip yang terkandung dalam inisiatif Prancis yang disajikan oleh Alain Juppe kepada Netanyahu dan Abbas selama kunjungannya ke Timur Tengah, dan untuk menahan diri dari gerakan sepihak yang merusak kepercayaan yang diperlukan untuk kembalinya prose ini,” tegas Valero. (fq/ynet)

Sumber: http://www.eramuslim.com

Netanyahu: Israel Harus Terpisah Dari Warga Palestina

Bandingkan Libya dan Afghanistan, Fox Kobarkan Ketakutan