Proyek Iron Dome Perkuat Kerjasama Amerika-Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin (18/4) berterima kasih kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama karena membantu mendanai sistem pertahanan peluru kendali Israel. “Netanyahu menyampaikan apresiasinya yang mendalam atas pendanaan sistem pertahanan roket dan mortir Iron Dome dari AS, yang disebutnya telah berhasil mengintersepsi sejumlah roket yang ditembakkan ke Israel,” kata Gedung Putih, membacakan transkrip panggilan telepon.
Obama kemudian memberi selamat kepada Netanyahu atas pencapaian teknologi yang disebutnya mengesankan tersebut. Obama juga membanggakan karena kerja sama Israel-Amerika memungkinkan hal itu terjadi. Sang presiden kemudian menelepon Netanyahu untuk memberikan ucapan selamat Paskah, kata Gedung Putih.
Selain mengenai Iron Dome, Obama dan Netanyahu juga membicarakan mengenai perdamaian Timur Tengah, kerja sama, dan berbagai isu lain. Tapi, Gedung Putih tidak bersedia mengatakan mengenai apa yang mungkin dikatakan Obama dalam beberapa pekan ke depan terkait macetnya upaya perdamaian Israel-Palestina. Berbicara di Forum Dunia AS – Islam di Washington pekan lalu, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan, AS berkomitmen “memperbarui upaya” perdamaian Arab-Israel yang menyeluruh.
“Status quo antara Palestina dan Israel tidak lebih kokoh dari sistem politik yang berantakan dalam beberapabulan terakhir. Masa depan Israel sebagai rezim Yahudi demokratis atau aspirasi Palestina tidak dapat dipastikan tanpa negosiasi solusi dua negara,” kata Clinton. Clinton menekankan kembali posisi AS, bahwa hanya Israel dan Palestina yang bisa mengambil pilihan sulit yang penting untuk perdamaian, namun Clinton mengatakan bahwa dirinya dan Presiden Obama berkomitmen melanjutkan kepemimpinan aktif Amerika.
Gedung Putih bungkam mengenai ucapan Clinton yang menyebut Presiden Obama berencana berbicara “secara lebih terperinci” dalam beberapa pekan ke depan terkait kebijakan AS di Timur Tengah dan Afrika Utara. Seperti yang mereka lakukan selama dua tahun terakhir di Gedung Putih, Obama dan Ibu Negara Michelle Obama merayakan Paskah dengan makan malam Seder di Gedung Putih, dihadiri sejumlah tamu Yahudi dan undangan lain.
Meski tidak disebutkan dalam pernyataan Gedung Putih pada hari Senin, pemberitaan Israel mengutip ucapan Obama yang memberikan selamat kepada Netanyahu terkait cara Israel menangani “kekerasan” di Gaza. Kongres AS menyetujui dana $205 juta yang diupayakan Obama Mei lalu untuk membantu Israel memasang sebuah sistem pertahanan peluru kendali jarak pendek yang dinamai Iron Dome. Bantuan tersebut diresmikan setelah Obama menandatangani pemberian dalam anggaran 2011.
Angka tersebut tidak termasuk paket bantuan militer tahunan yang diberikan Washington kepada sekutunya di Timur Tengah tersebut. Sejak 2007, AS telah mengalokasikan nyaris $3 triliun tiap tahunnya untuk Israel. Keseluruhan dana tersebut diperuntukkan pembelian senjata buatan AS berdasarkan memorandum bilateral yang valid hingga 2017.
Dalam pernyataannya hari Sabtu (16/4), Netanyahu mengatakan, “Dengan dana dari AS, kami akan �melindungi warga� sipil dan kota-kota Israel terhadap tembakan roket dari Gaza.” Militer Israel kini telah memasang Iron Dome di dua lokasi.Yang pertama di kota gurun Beersheva pada 27 Maret lalu, selang beberapa hari setelah kota itu dihantam roket, dan di kota pelabuhan selatan Ashkelon pada 4 April lalu. (dn/af/va)
Sumber: http://www.suaramedia.com

Zardari: Militer Pakistan Lakukan Permainan Ganda

WikiLeaks: Amerika Diam-diam Danai Oposisi Syria