Ratko Mladic Pembantai Muslim Bosnia yang Mengaku Sebagai Tuhan

Kekejaman Jenderal Ratko Mladic melegenda, teriakannya “Bakar otak mereka!” merupakan teriakan yang disampaikannya kepada para prajuritnya di Sarajevo untuk melakukan penyerangan.
Saking sombongnya, dia menjuluki dirinya sendiri sebagai “Tuhan” bagi Serbia.
Mladic, pada masa perang Serbia Bosnia sebagai kepala militer melakukan genosida pembantaian terburuk terhadap warga sipil di Eropa sejak Perang Dunia II, sehingga menjadikan dirinya sebagai buronan penjahat perang PBB No 1 bersama dengan mitranya, Radovan Karadzic.
Mladic, 69 tahun, berhasil menghindari penangkapan sejak ia didakwa oleh pengadilan pada tahun 1995. Tetapi hari-harinya sebagai seorang buronan terus berlanjut setelah pasukan keamanan Serbia berhasil menangkap Radovan Karadzic pada tanggal 21 Juli 2008, di Beograd. Pada hari Kamis kemarin (26/5), Presiden Serbia mengumumkan bahwa Mladic saat ini berada dalam tahanan.
Dikenal sebagai pribadi kejam yang memimpin pasukannya dalam serangan gencar Serbia pada tahun 1995 terhadap kantong-kantong yang dilindungi PBB Srebrenica – di mana ribuan pria Muslim dan anak laki-laki tewas dibantai – Mladic telah didakwa atas genosida terhadap penduduk kota Bosnia tersebut.
Hanya beberapa jam sebelum pembantaian, Mladic membagi-bagikan permen untuk anak-anak Muslim yang ditangkap di alun-alun kota dan meyakinkan mereka bahwa semua akan baik-baik saja – bahkan menepuk kepala seorang anak muslim dengan ramah. Gambaran menyeramkan kekejaman Mladic selamanya akan tercetak di benak korban-korban selamat pembantaian di Srebrenica.
Lahir 12 Maret 1942, di desa Bosnia tenggara Bozinovci, Mladic lulus dari akademi militer bergengsi Beograd dan bergabung dengan Komunis Yugoslavia pada tahun 1965. Memulai karir sebagai tentara ketika Yugoslavia merupakan federasi enam-negara, karir militer Mladic terus naik sehingga menjadi jenderal sebelum pecahnya negara itu pada tahun 1991.
Pada awal pertumpahan darah Balkan, ia memimpin pasukan Kroasia Yugoslavia di Knin dan diyakini telah memainkan peran penting dalam pemboman di kota pantai Zadar.
Diangkat tahun 1992 oleh Karadzic, Mladic memimpin pasukan Serbia Bosnia sampai terjadinya perjanjian Dayton yang membawa perdamaian ke Bosnia pada tahun 1995.
Di antara prajuritnya, Mladic berhasil menciptakan loyalitas tinggi – banyak tentara Bosnia Serbia berjanji untuk mengikutinya sampai mati.
Terobsesi dengan sejarah bangsanya, Mladic melihat perang Bosnia – yang menewaskan lebih dari 100.000 orang dan membuat pengungsi 1,8 juta orang – sebagai kesempatan untuk melakukan balas dendam terhadap Turki-Utsmani yang telah melakukan pendudukan selama 500 tahun di Serbia. Dia memandang Muslim Bosnia sebagai bangsa Turki dan memanggil mereka dengan penghinaan.
Yakin akan kekuatan militernya, ia dikenal karena sering mengatakan kepada prajuritnya: “Ketika saya memberikan jaminan, hal itu seolah-olah diberikan oleh Tuhan.”
Selaam perang Bosnia, setelah meminta kontrol lalu lintas udara dan membersihkan jalan bagi helikopter untuk mendarat ke tanah, ia menyatakan: “Di sini berbicara Ratko Mladic – Tuhan Serbia.”
Sarajevo tidak pernah melupakan perintah kepada orang-orang bersenjata Serbia yang menggempur ibukota Bosnia pada awal tahun 1992. Mladic mengeluarkan perintah lewat sistem radio militer, tanpa banyak kalimat yang kemudian direkam dan disiarkan di televisi di hari berikutnya.
“Bakar otak mereka!” ia memerintahkan para penembak terlatihnya untuk membantai muslim Bosnia.
Selama penyerangan terhadap Sarajevo, kata-kata perintah Mladic yang paling sering terdengar adalah: “Hanguskan dan Hancurkan”, meskipun terakhir ia membantah pernah memberikan perintah seperti itu.(fq/ap)
Sumber: http://www.eramuslim.com

Serangan Udara NATO Tewaskan 5 Polisi Afghanistan

Kompleks Rumah Gaddafi di Bab Al-Aziziya Kembali Dibom