Ratusan Loyalis Mubarak Bentrok Dengan Massa Anti-Mubarak di Kairo

Ratusan pendukung fanatik dari presiden Mesir yang digulingkan Hosni Mubarak bentrok dengan lawan mereka di Kairo pusat pada hari Rabu kemarin (4/5) menyebabkan puluhan orang harus mengalami cedera, seorang pejabat keamanan mengatakan kepada AFP.
Loyalis Mubarak berkumpul di luar gedung televisi negara di pusat kota untuk menandai ulang tahun mantan orang kuat Mesir Mubarak yang telah berusia 83 tahun – dan untuk mengecam seruan penuntutan kepada dirinya.
Mereka mengatakan Mubarak adalah simbol nasional yang pantas untuk dihormati, sehingga memicu kemarahan pengunjuk rasa anti-Mubarak yang menyerukan eksekusi mati atas perannya dalam pembunuhan demonstran anti-rezim, kata pejabat itu.
Bentrokan meletus antara dua kubu yang melakukan aksi saling lempar batu. Lalu lintas diblokir selama konfrontasi berdarah terjadi sebelum tentara ikut campur untuk memecah kerumunan orang dan memulihkan ketenangan, kata pejabat tersebut menambahkan.
Mubarak sendiri saat ini sedang dalam tahanan di sebuah rumah sakit di resor Laut Merah Sharm el-Sheikh di mana ia sebelumnya telah melarikan diri selama aksi protes anti-rezim yang menyebabkanya terguling pada 11 Februari lalu.
Penguasa Militer yang mengambil alih kekuasaan setelah Mubarak turun ingin memindahkannya ke penjara Tora di Kairo, di mana anak-anaknya Gamal dan Alaa dan beberapa mantan pejabat rezim dipenjara di sana.
Menempatkan Mubarak di pengadilan adalah tuntutan utama puluhan ribu pengunjuk rasa yang mengadakan demonstrasi massal di seluruh Mesir. (fq/afp)
Sumber: http://www.eramuslim.com

Adolf Hitler (1889-1945), Nasionalisme Jerman yang Fanatik Pada Perang Dunia I

PM Israel Keliling Eropa Cari Dukungan Tolak Rekonsiliasi Palestina