Rezim Yaman Ciptakan Banjir Darah

Kubu oposisi Yaman menyatakan bahwa rezim Ali Abdullah Saleh melakukan pembunuhan massal terhadap warga yang menuntut pengunduran dirinya dari kekuasaan.
Aliansi penentang rezim Yaman hari Kamis (28/4) mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, di Yaman terjadi praktik pembantaian massal keji yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap para demonstran yang melakukan unjuk rasa dengan damai.
Aliansi tersebut menambahkan, pembantaian yang terjadi ini menunjukkan bahwa rezim Yaman tak berkomitmen dengan prakarsa Dewan Kerjasama Teluk Persia (P-GCC) yang disetujuinya.
Sementara itu, kelompok yang menamakan diri �revolusi damai para pemuda’ yang berperan besar dalam mengkoordinir demonstrasi jalanan di Yaman lewat sebuah statemennya menyatakan menolak prakarsa P-GCC.
Dalam statemen itu dinyatakan prakarsa P-GCC tidak menjamin lengsernya Ali Abdullah Saleh dari kekuasaan bahkan memberikan kekebalan hukum kepada dirinya, juga keluarga dan para penasehatnya yang sudah melakukan kejahatan.
Berdasarkan prakarsa P-GCC, Ali Abdullah Saleh yang sudah berkuasa 30 tahun diberi kesempatan untuk mundur dari kekuasaan dan menyerahkan kendali pemerintahan kepada wakil Presiden. Saleh akan mendapat kekebalan hukum dan selanjutnya kubu oposisi akan memperoleh kesempatan membentuk pemerintahan persatuan nasional transisi di Yaman. (IRIB/AHF)

Hamas dan Fatah Damai, Israel Marah Besar

Studi Tentang Dampak Perang Irak