RI-Belanda Sepakat Gencatan Senjata

Prosesnya terbilang cukup cepat, pada 14/10/1946 Commissie-Generaal (Komisi Umum) dan delegasi Republik berhasil mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata. Revolusi yang berkobar itu sementara berhenti dulu, kedua belah pihak tidak boleh menyalakkan bedil.
Tindakan selanjutnya adalah menemui presiden Soekarno. Tapi di mana? Soekarno saat itu berada di Djokjakarta, ibukota baru republik selama revolusi kemerdekaan. Belanda tidak mau terjadi pertemuan dengan Soekarno di Djokjakarta, sebab dinilai akan memantik kontroversi.
Selain itu pertemuan tim perunding (Commissie-Generaal dan delegasi republik) di Djokjakarta dipandang dari pihak Belanda kurang aman dan tidak ada jaminan keamanan untuk itu. Sebagaimana di pihak Belanda banyak orang menginginkan Soekarno dan pengikutnya segera pergi ke neraka, di pihak republik juga banyak yang anti-Belanda, yang siap meminum darah orang Belanda kapan saja.
Akhirnya disepakati pertemuan digelar di Linggardjati, sebuah desa di kaki Gunung Ciremai, Cirebon, yang memiliki banyak vila. Di tahun 1920-an vila-vila itu dibangun oleh pabrik beton Belanda, Van Oss. Perdana Menteri Sjahrir sering beristirahat di salah satu vila itu.
Ada fakta menarik bahwa perundingan, meskipun alot, bisa berjalan mulus karena didahului oleh pertemuan antara dua tokoh kunci Schermerhorn dan Sjahrir, dengan fasilitasi dari Lord Killearn, seorang diplomat kawakan Inggris. Schermerhorn dan Sjahrir diundang makan di rumah Killearn, lalu kedua tokoh yang mewakili dua bangsa berseteru itu ditinggal berdua saja.
Schermerhorn dan Sjahrir berdialog dalam bahasa Belanda, bukan dalam bahasa Inggris sebagai �bahasa netral�. Penggunaan bahasa bekas penjajah dalam perundingan pendahuluan itu sempat diblow-up oleh koran-koran republik sebagai aib memalukan.
Meskipun demikian, acara makan Schermerhorn-Sjahrir di rumah Killearn mampu mencairkan keadaan dan menjadi pembuka sukses perundingan Linggardjati.
Sumber: http://www.nederlandsindie.com

Soekarno Setuju, Sjahrir Murka

Umur 27 Tahun Sudah Jadi Gouverneur-Generaal