Rusia dan Qatar Mengukir Sejarah Baru Piala Dunia

Presiden Qatar, Sheikh Mohammed bin Hamad Al-Thani (kiri), menerima trofi Piala Dunia dari Presiden FIFA, Sepp Blatter, ketika Qatar diumumkan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Kamis (2/12/10).
 

Rusia dan Qatar terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018 yang merupakan sebuah sejarah baru. Belum pernah sebelumnya turnamen sepak bola terbesar sejagad raya itu digelar di Eropa Timur maupun tanah Arab.

Komite eksekutif FIFA memilih Rusia dan Qatar sebagai pemenangan bidding, Kamis (2/12/2010). Rusia memenangkan bidding untuk Piala Dunia 2018, sementara Qatar 2022.Kedua negara pantas diacungi jempol karena mereka telah melakukan kerja keras guna memenangkan bidding tersebut. Seperti negara-negara saingan lainnya, Rusia dan Qatar menggunakan semua elemen mulai dari para olahragawan sampai dengan tokoh-tokoh politik untuk melakukan lobi.

Rusia yang sebelumnya kurang diunggulkan memenangkan persaingan melawan Inggris, Belanda/Belgia dan Spanyol/Portugal. Padahal, sebelumnya Rusia tak terlalu diperhitungkan mengingat jeleknya infrastruktur pada sarana transportasi mereka. Meski demikian, pemerintah Rusia berhasil meyakinkan FIFA bahwa mereka akan memperbaiki semua sarana terutama airport-airport sebelum Piala Dunia 2018 digelar.

Adapun Qatar memang sejak awal diduga akan menang. Hal ini tak lain karena saingan ketat mereka hanyalah Australia. Saingan lain yakni Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat tak terlalu diperhitungkan karena mereka sudah pernah mendapat kesempatan menjadi tuan rumah sebelumnya.

“Kami akan pergi ke tanah baru. Belum pernah Piala Dunia menyambangi Rusia, Eropa Timur, Timur Tengah, dan dunia Arab. Mereka sudah lama menantikan ini, jadi saya adalah presiden yang bangga saat bicara tentang pengembangan sepakbola,” komentar Presiden FIFA, Sepp Blatter.

“Anda sudah memercayai kami dengan Piala Dunia 2018 FIFA dan saya berjanji, kami semua berjanji, Anda tidak akan menyesalinya. Mari kita membuat sejarah bersama-sama,” sebut Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia, Igor Shuvalov.

“Terima kasih sudah mendukung kami dan mengembangkan permainan (sepak bola). Anda akan bangga dengan kami dan Anda juga akan bangga dengan Timur Tengah,” tandas Ketua Bidding Qatar, Sheikh Mohammed bin Hamad Al-Thani.

sumber: kompas

Inilah Para Artis Doyan Ngompol

Suara Voting Paling Minim, Inggris 'Dipermalukan'